LENSAPOST.NET – Pondok sederhana milik seorang ibu paruh baya di Pante Geulumpang, Kecamatan Tangan-Tangan, Aceh Barat Daya (Abdya), menjadi potret kehidupan yang selama ini luput dari perhatian.
Kisah ini menjadi cerita lain setelah sebelumnya Bupati Abdya mengunjungi rumah Amran, warga Padang Kawa. Kisah kedua ini seakan kembali menampar nurani birokrasi pemerintahan tentang masih adanya warga yang hidup dalam keterbatasan.
Pagi itu, Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 03.00 WIB dini hari, Bupati Aceh Barat Daya, Safaruddin, dengan rutinitas safarinya kembali mengetuk pintu rumah warga.
Kali ini, Safaruddin mendatangi rumah seorang ibu bernama Yulisma. Pertemuan berlangsung sederhana dan penuh kehangatan. Tidak ada persiapan atau sambutan khusus dari pemilik rumah, hanya tangisan haru Yulisma yang pecah mewakili perasaannya.
Di ruang tamu yang sederhana, Safaruddin tampak duduk rendah di samping Yulisma bersama putrinya yang masih remaja, Naziatul Usma. Ia mendengarkan langsung cerita kehidupan mereka.
Sambil tersedu, Yulisma mengaku selama ini ia terus berdoa agar Allah menghadirkan sosok pemimpin yang adil untuk memperhatikan nasib keluarganya.
“Ya Allah Pak, selama ini saya terus berdoa semoga Allah menghadirkan pemimpin yang adil,” ucap Yulisma sambil mengusap air matanya.
Pada momen sahur tersebut, Safaruddin menanyakan pekerjaan yang selama ini dilakukan Yulisma untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
“Selama ini kerjanya apa, Buk?” tanya Safaruddin.
“Tidak menentu, Pak. Kadang mencuci dan menyetrika pakaian di rumah orang,” jawab Yulisma.
Di tengah suasana haru itu, Bupati Abdya langsung mempersiapkan bantuan untuk keluarga tersebut. Sejumlah kebutuhan pokok seperti beras dan sembako diberikan untuk membantu mereka dalam beberapa hari ke depan.
Tak hanya itu, Yulisma dan putrinya juga mendapat kado spesial dari Bupati Abdya berupa pembangunan rumah baru yang direncanakan selesai sebelum Lebaran.
“Jangan cemas lagi. Saya sudah sampai ke rumah ini. Ini ada rezeki untuk beli baju Lebaran ya, Nak. Selebihnya disimpan sama mamak,” ujar Safaruddin menutup pertemuan tersebut.












