LENSAPOST.NET- Program santunan kematian 10 juta perjiwa menjadi isu hangat di kalangan masyarakat, pasalnya program ini di klaim di luar nalar oleh beberapa politisi lawannya Pasangan idaman dalam kontestasi pilkada Aceh Selatan.
Pasangan no urut I H. Darmasah dan Sudirman (mamak Sudir) pernah memaparkan program santunan kematian 10 juta perjiwa melalui asuransi syariah yang di gembor-gemborkan di setiap pertemuan menjadi bola panas di ajang pilkada ini.
Salah satu tim pemenangan di kandidat lain mengatakan darmasah telah menciptakan program nihil untuk membodohi masyarakat, hal itu justru tidak mungkin bisa di lakukan ujarnya di salah satu kanal media Minggu lalu.
H. Darmasah juga menjelaskan bahwa salah satu visi misinya tentang program santunan kematian 10 juta perjiwa adalah program yang real dan hal ini bisa kita lakukan.
“Adapun mekanisme yang harus di lakukan dalam program 10 juta Perjiwa ini ada tahapan yang di lakukan sehingga setiap orang yang meninggal akan mendapatkan hal yang sama”, Katanya,Senin. 7 Oktober 2024.
Lanjutnya, Program ini hampir sama persis dengan program jasa Raharja yang di berikan Asuransi kematian bagi yang kecelakaan sebesar 50 juta perjiwa.
Hal ini, yang kita terapkan di masyarakat nanti agar mereka bisa mendapatkan santunan kematian tersebut, jadi tidak ada yang namanya program cet langet cuma orang saja yang tidak paham mekanismenya. Sambungnya
Ia menambahkan, jika masyarakat ragu tentang penyampaian visi misi ini kami pasangan Idaman sudah berkomitmen menyampaikan terkait bagaimana mekanisme program santunan kematian 10 juta perjiwa ini di jalankan, datang saja di kampanye Akbar nanti insyaallah akan kita kupas tuntas.
“Terkait asrama naga sakti yang hari ini di gadang-gadang menjadi program unggulan hampir semua Paslon, kami ingin menyampaikan bahwa status tanah asrama naga sakti hampir 30 tahun lebih kurang masih mengambang hingga pembangunan asrama tidak bisa di jalankan. Jelasnya
Bahwa status ketidakpastian seperti ini tidak bisa di bangun sembarangan apalagi menggunakan Apbk Karena hak kepemilikannya yang bersifat tidak jelas maka kami ingin mengingatkan untuk mahasiswa jangan sampai terkecoh dengan hal tersebut.
Justru jika nantinya pasangan idaman terpilih pertama yang harus di selesaikan adalah mengubah status kepemilikan agar sah menjadi menjadi milik pemerintah Aceh selatan atau masyarakat Aceh Selatan, dan hal ini juga akan kita kupas tuntas di panggung Akbar nanti.(*)












