LENSAPOST.NET – Rumah Dinas Bupati Aceh Tenggara (Agara), diduga dilempar sejenis bom molotov oleh Orang Tak Dikenal (OTK), pada Selasa, 27 Februari 2024 dini hari kemarin.
Aksi insiden dugaan pelemparan bom molotov di rumah dinas orang nomor satu di Agara tersebut tersebut sontak mengemparkan masyarakat dan menjadi perbincangan hangat diberbagai kalangan.
Dari keterangan yang diperoleh lensapost.net dari warga sekitar kejadian menyebutkan, pada Selasa (27/02) sekira pukul 02.09 WIB dini hari tadi, seseorang OTK tertangkap kamera CCTV mengenakan celana pendek (Ponggol), memakai baju kemeja serta mengenakan penutup wajah sambil membawa botol bersumbu di luar pagar belakang Pendopo Bupati Aceh Tenggara, tepatnya dibelakang rumah warga.
“Ada orang terlihat berjalan dari situ ke arah sini, terus dia berdiri disini, lalu berjongkok, selepasnya kami tak melihat perginya kemana, Mungkin dia tak sadar kalau ada CCTV” kata Warga kepada Lensapost.net Selasa (27/02), sambil menunjuk CCTV yang terpasang.
Menurutnya, sekira pukul 02:45 WIB petugas Satpol PP tampak sibuk di area rumah dinas Bupati. Ia sama sekali mengaku tidak mengetahui ada kejadian atau pun insiden apa yang terjadi saat itu.
Terkait insiden tersebut, Kapolres Aceh Tenggara AKBP R. Doni Sumarsono, melalui Kasi Humas Polres Aceh Tenggara AKP Saniman mengatakan, kejadian ini berawal dari suara pecahan piring yang jatuh, yang didengar oleh saksi yang saat itu sedang menjaga kediaman rumah dinas Bupati.
Saksi bernama Habi Mispah 38 tahun, seorang honorer Satpol PP asal Desa Sepakat Segenep, Kecamatan Semadam, Kabupaten Aceh Tenggara, memeriksa suara tersebut dan menemukan serpihan botol beserta sumbu tepat di teras samping kediaman Bupati. Selasa 27 Februari 2024, sekira pukul 02.15 WIB
Beruntungnya, akibat pelemparan tersebut tidak menimbulkan kerugian jiwa maupun materiil, karena botol kaca yang dilempar tidak menyebabkan terjadinya kerusakan.
Saat tiba di TKP Personel Sat Reskrim Polres Aceh Tenggara hanya menemukan barang bukti berupa pecahan kaca, potongan kain dan bau seperti minyak yang belum bisa di pastikan jenisnya.
Saat ini sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap motif dan pelaku dari peristiwa ini.
“Sebaiknya untuk memastikan benda apa yang dilemparkan ke pendopo Bupati Aceh Tenggara pada Selasa dini hari, maka sebaiknya tunggu dan berikan kesempatan kepada penyidik kepolisian untuk mengumpulkan data dan informasi dalam mengungkap kejadian ini” Pungkas Kasi Humas. (Doni)













