LENSAPOST.NET-Sejumlah masyarakat Gampong Raya Dagang Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen melayangkan sikap protes kepada aparatur gampong setempat. Protes ini dilakukan lantaran pihak aparatur Gampong keuchik dan Kepala Dusun dalam melakukan pendataan korban banjir dan tanah longsor terkesan hanya asal-asalan. Tidak semua korban dilakukan pendataan.
Fadil warga gampong Raya Dagang menyebutkan pihak Gampong khusus Kepala Dusun atau Kadus saat melakukan pendataan korban becana banjir tidak turun ke rumah-rumah warga yang korban banjir sehingga data yang disampaikan tidak valid sehingga banyak warga yang benar-benar korban becana tidak didata. “Mereka yang melakukan pendataan hanya duduk di Posko Meunasah Menunggu bantuan. Tidak turun ke rumah-rumah warga korban banjir Sehingga banyak korban becana tak didata,”kata Fadil kepada wartawan , Selasa malam,(30/12/2025).
Didampingi warga Gampong Raya Dagang lainnya,kata Fadil dari 525 KK yang menjadi korban Becana Banjir di Gampong Raya Dagang hanya 300 KK yang didata. “Didata meukaleuh jih laju. Awak data gadoh diduk bak posko dipreh bantuan. Kon ditron u Gampong,”sebut Fadil.
Senada juga disampaikan oleh Jumadil, ia menyesalkan pola pendataan korban becana yang dilakukan perangkat Gampong, menurut pola pendataan yang tak adil tak menyentuh semua korban banjir harus segera diperbaiki sebelum terjadi gesekan dalam masyarakat.
“Korban yang rumahnya tergenang lumpur parah, rusak parah tak didata, sedangkan yang lumpur hanya sedikit didata. Ini kan aneh,”kata Jumadil dan Khaidir.
Selain warga yang sudah meninggal juga dimasukan sedangkan warga yang masih hidup merupakan korban becana tidak dimasukan dalam data.
Dihubungi terpisah Keuchik Gampong Raya Dagang, Mustafa membantah tidak melakukan pendataan secara keseluruhan korban becana digampong yang ia pimpin. Bahkan ketika nama korban becana yang ditempel di papan pengumuman bila ada yang belum terdata disuruh lapor ulang.
Menurutnya jumlah total penduduk Gampong Raya Dagang 1.741 orang dari total 524 KK.”Seluruh korban becana sudah kita data. Ada yang kita masukan dalam rusak ringan, rusak berat dan rusak sedang,”jelas Keuchik Gampong Raya Dagang.
Sementaa Informasi yang disampaikan warga kepada wartawan, perbaikan pola pendataan dilakukan setelah diprotes oleh warga kepada pihak Gampong. “Usai kamoe protes baroe dijak data balek,”ungkap khaidir warga setempat.[Red]











