LENSAPOST.NET – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bakti Sosial Pembangunan Desa (BSPD) Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar kegiatan BSPD Peduli Vol. 1: Trauma Healing bagi anak-anak terdampak bencana di Gampong Dayah Usen, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, pada 12–14 Juni 2026.
Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat, khususnya dalam membantu pemulihan psikologis anak-anak pascabencana. Program trauma healing dirancang melalui berbagai aktivitas edukatif, interaktif, dan menyenangkan.
Sejumlah kegiatan yang dilaksanakan meliputi permainan edukatif, storytelling, literasi, pembelajaran keagamaan, serta aktivitas kelompok. Seluruh rangkaian kegiatan bertujuan untuk membangun kembali semangat, rasa percaya diri, dan keceriaan anak-anak.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi. Suasana hangat dan penuh kebersamaan tercipta melalui interaksi antara relawan dan anak-anak, menjadikan kegiatan ini tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sarana pemulihan psikososial yang positif.
Ketua Umum UKM BSPD USK, Muhammad Satar, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat.
“Melalui kegiatan trauma healing ini, kami berharap dapat membantu mengembalikan semangat dan keceriaan anak-anak pascabencana,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia, Aqil Mufazzal, menekankan pentingnya pemulihan psikologis anak setelah bencana.
“Kami berupaya menghadirkan kegiatan yang menyenangkan sekaligus bermanfaat agar anak-anak dapat kembali berinteraksi, bermain, dan belajar dengan penuh semangat,” katanya.
Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari PT Pembangunan Aceh (PEMA). Dukungan tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam kelancaran pelaksanaan program trauma healing di lokasi kegiatan.
UKM BSPD USK menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut dan berharap kegiatan ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam proses pemulihan pascabencana, sekaligus menumbuhkan kembali optimisme anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.












