LENSAPOST.NET — Eks Panglima Wilayah V Lhok Tapaktuan, Irhapa Manaf atau yang akrab disapa Panglima 5 Ir, yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRK Aceh Selatan, memanfaatkan momentum ini untuk melakukan silaturahmi kemanusiaan dengan menjenguk rekan-rekan seperjuangan serta keluarga yang tengah menjalani perawatan akibat sakit dan musibah, Senin (29/12).
Kunjungan dimulai di Puskesmas Buket Gadeng, tempat Panglima 5 Ir menjenguk sejumlah kerabat dan sahabat yang sedang dirawat. Kehadirannya disambut hangat sekaligus menjadi penguat moral bagi para pasien dan keluarga yang mendampingi.
Selanjutnya, ia melanjutkan kunjungan ke Rumah Sakit Umum Yulidin Away untuk menjenguk rekan serta keluarga lainnya yang juga tengah menjalani perawatan. Dalam kesempatan itu, Panglima 5 Ir menyampaikan doa serta dukungan agar para pasien diberikan kesembuhan dan ketabahan dalam menghadapi ujian.
Tak hanya itu, ia juga menyempatkan diri mengunjungi Idi Aceh (Aneuk Aceh), salah satu rekannya sesama KPA yang mengalami musibah hingga menderita kelumpuhan setengah badan. Kunjungan yang berlangsung di Desa Mutiara, Kecamatan Sawang, berlangsung penuh haru dan doa agar yang bersangkutan diberi kekuatan serta kesembuhan oleh Allah SWT.
Kunjungan berlanjut dengan menjenguk Tok Ledi, rekan seperjuangan KPA yang sempat menjalani amputasi kaki dan kini kembali dirawat akibat sakit. Pada kesempatan tersebut, Panglima 5 Ir menunjukkan kepedulian dan empati mendalam sebagai wujud persaudaraan yang tetap terjaga di antara sesama Aneuk Aceh.
Salah seorang rekannya menyebutkan bahwa kunjungan tersebut bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan bentuk nyata menjaga ikatan persaudaraan dan nilai kebersamaan yang selama ini dijunjung tinggi.
Langkah yang dilakukan Panglima 5 Irhapa Manaf menjadi penumbuh harapan di tengah ujian yang dirasakan banyak pihak, sekaligus pengingat bahwa nilai perjuangan terus hidup melalui kepedulian, solidaritas, dan kemanusiaan.
Di bulan Desember yang sarat makna ini, kebersamaan dan saling menjaga tetap menjadi kekuatan utama masyarakat Aceh. (*)












