Umum  

Hutama Karya Rampungkan 30 Titik Normalisasi Sungai di Aceh

LENSAPOST.NET — PT Hutama Karya (Persero) menuntaskan pekerjaan Penanggulangan Bencana/Tanggap Darurat Sumber Daya Air di Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I Provinsi Aceh Paket III. Proyek tersebut mencapai progres 100 persen dan selesai sesuai target pada 24 Juli 2026.

Pekerjaan tanggap darurat itu mencakup normalisasi dan pengalihan alur sungai di 30 titik dengan total panjang penanganan 16.046 meter. Hutama Karya juga mengerjakan pengamanan tebing sungai menggunakan konstruksi bronjong sepanjang 5.938 meter di 17 titik.

Pekerjaan tersebar di empat kabupaten, yakni Aceh Tenggara, Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Aceh Barat.

Proyek dimulai pada 23 Desember 2025. Dalam pelaksanaannya, Hutama Karya berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, BWS Sumatera I Banda Aceh, Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan SDA Sumatera I, serta PPK Operasi dan Pemeliharaan SDA II.

Hutama Karya menyebut penyelesaian pekerjaan ditopang perencanaan lapangan, kesiapan material dan tenaga kerja, serta penyesuaian metode konstruksi dengan kondisi di masing-masing lokasi.

Tim proyek melakukan survei dan identifikasi sejak awal, termasuk memetakan kondisi lokasi, ketersediaan material, akses menuju titik pekerjaan, dan potensi kendala di lapangan. Progres pekerjaan kemudian dipantau setiap hari untuk memastikan target tetap tercapai.

Pengendalian mutu dilakukan pada setiap tahapan pekerjaan. Pemeriksaan meliputi dimensi, elevasi, susunan batu, kualitas kawat dan ikatan, hingga stabilitas konstruksi bronjong.

Pelaksanaan proyek juga melibatkan tenaga kerja lokal dari masyarakat sekitar lokasi pekerjaan.

Pj. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, mengatakan penyelesaian proyek sesuai target merupakan hasil koordinasi dan komitmen seluruh tim.

“Keberhasilan menyelesaikan pekerjaan sesuai target waktu merupakan hasil dari perencanaan yang matang, koordinasi yang baik, serta komitmen seluruh tim di lapangan,” ujar Hamdani.

Menurut dia, ketepatan waktu menjadi salah satu perhatian Hutama Karya dalam pelaksanaan proyek karena penyelesaian pekerjaan berkaitan dengan keberlanjutan fungsi infrastruktur dan kebutuhan masyarakat.

Hutama Karya menyatakan akan mempertahankan konsistensi kinerja dalam pelaksanaan proyek infrastruktur, termasuk dalam pekerjaan penanganan sumber daya air di wilayah terdampak bencana.