ACEH  

Gerak Cepat HMI, Dapur Umum Dibuka untuk Mahasiswa Terdampak Bencana

LENSAPOST.NET — Sejumlah komisariat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dari Fakultas Hukum, Fakultas Pertanian, Fakultas Kedokteran Hewan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala (USK), serta Program Studi Psikologi UIN Ar-Raniry bergerak cepat mendistribusikan layanan dapur umum bagi mahasiswa yang terdampak bencana banjir yang melanda berbagai wilayah Sumatera, khususnya Aceh, dalam beberapa hari terakhir.

Program ini bertujuan meringankan beban mahasiswa yang keluarganya sedang menghadapi kondisi darurat di kampung halaman.

Dari pengamatan tim relawan HMI, ditemukan bahwa banyak mahasiswa mengalami kesulitan mendapatkan makanan akibat pemadaman listrik, gangguan jaringan komunikasi, serta tutupnya sebagian besar warung dan tempat makan. Kondisi tersebut membuat mahasiswa harus bertahan dengan persediaan terbatas, sementara keluarga mereka di kampung juga tengah terdampak banjir dan tidak dapat memberikan dukungan.

“Kami menemukan beberapa mahasiswa yang sangat kesulitan mencari makanan karena listrik padam, jaringan terganggu, dan hampir semua warung tutup. Kondisi ini membuat mereka benar-benar tertekan,” ungkap salah satu relawan HMI.

Untuk menjawab kebutuhan mendesak tersebut, HMI dari berbagai komisariat mendirikan dan mendistribusikan dapur umum yang menyediakan makanan siap santap secara gratis bagi mahasiswa terdampak. Kegiatan ini lahir dari semangat solidaritas dan kepedulian mahasiswa untuk saling menopang di masa bencana.

Ketua pelaksana kegiatan menjelaskan bahwa gerakan ini bukan hanya membantu kebutuhan konsumsi, tetapi juga menghadirkan rasa kebersamaan bagi mahasiswa yang sedang menghadapi situasi sulit.

“Kami ingin memastikan bahwa teman-teman yang keluarganya terdampak bencana tetap mendapat dukungan di sini. Kita harus saling menguatkan,” ujarnya.

Untuk mendukung keberlanjutan dapur umum ini, HMI komisariat gabungan juga meluncurkan gerakan sosial #Gerakan2000Rupiah melalui fasilitas QRIS. Gerakan ini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkontribusi kecil namun berdampak besar bagi keberlangsungan dapur umum dan bantuan kemanusiaan lainnya.

Melalui kontribusi sebesar dua ribu rupiah, relawan berharap lebih banyak pihak dapat ikut serta tanpa harus merasa terbebani.

Inisiatif ini diharapkan semakin memperluas kepedulian dan memperkuat jaringan solidaritas mahasiswa serta masyarakat dalam menghadapi dampak bencana yang terjadi.(*)