LENSAPOST.NET — Sebanyak delapan orang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) diberangkatkan untuk menunaikan ibadah umrah ke Tanah Suci setelah meraih juara satu GTK berprestasi tingkat Provinsi Aceh tahun 2025.
Namun, pelaksanaan keberangkatan yang baru dilakukan pada awal tahun 2026 memunculkan sejumlah pertanyaan publik, khususnya terkait waktu pelaksanaan kegiatan dan mekanisme pembiayaannya.
Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh sebelumnya telah melaksanakan kegiatan apresiasi GTK berprestasi tingkat provinsi pada November 2025. Kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan capaian para guru serta tenaga kependidikan.
Meski demikian, publik mempertanyakan alasan keberangkatan umrah yang merupakan bagian dari apresiasi tahun 2025 baru direalisasikan pada tahun anggaran 2026.
Selain itu, muncul pula pertanyaan terkait proses administrasi dan penganggaran, khususnya apakah tiket perjalanan serta seluruh biaya umrah tersebut telah dianggarkan dan dicairkan (diamprah) sebelum keberangkatan dilakukan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pendidikan Aceh belum memberikan penjelasan terkait sumber anggaran yang digunakan, waktu pencairan biaya umrah, serta dasar administrasi pelaksanaan kegiatan apresiasi GTK tahun 2025 yang direalisasikan pada tahun 2026.
Kepala Bidang GTK Dinas Pendidikan Aceh, Junaidi, yang dikonfirmasi media ini belum memberikan jawaban. Pesan tertulis yang dikirim ke nomor WhatsApp miliknya telah berstatus centang dua sejak Minggu (4/1/2026), namun hingga kini belum mendapat balasan. Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon juga belum berhasil.
Sebelumnya, media ini telah mengonfirmasi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin. Ia meminta agar konfirmasi dilakukan langsung kepada Kepala Bidang GTK.
“Tanya ke bidang. Saya sedang fokus penanganan bencana,” jawab Murthalamuddin melalui pesan WhatsApp.
Sebelumnya, seperti diberitakan sejumlah media, adapun mereka yang mendapatkan umrah yakni, Vera Hastuti MPd (guru SMAN 1 Takengon, Aceh Tengah), Syafruddin SPd (Kepala SMAN 8 Takengon Unggul, Aceh Tengah).
Kemudian, Fahrul Rozi SST (guru SMKN 1 Kota Langsa) Dra Yusmiwati MPd (Kepala SMKN 1 Sabang), Armiya SPd Gr (guru SLB TNCC Banda Aceh), Hafriyani SAg MSi (Kepala SLBN Pidie).
Selanjutnya, Murhamatillah MPd (Pengawas SMA berprestasi dari Cabdisdik Pidie Jaya) dan Drs Meurah Alaidinsyah (pengawas SMK dari Cabdisdik Aceh Selatan).
Plt Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin SPd MSP diwakili Biidang GTK, Junaidi SST MPd kepada media, Sabtu, (3/1/2026) mengatakan, Pemerintah Aceh melalui Disdik Aceh setiap tahunnya menyelenggarakan apresiasi terhadap GTK berprestasi tingkat provinsi.
Kata Junaidi, apresiasi GTK berprestasi merupakan bentuk penghargaan Pemerintah Aceh kepada insan pendidik di Tanah Rencong ini.
Dijelaskannya, apresiasi ini dilaksanakan terlebih dahulu di Cabang Dinas (Cabdisdik) pada masing-masing wilayah. Bagi peraih juara satu di kabupaten, untuk tahun ini dikirimkan berkas dan vidionya di Bidang GTK Disdik Aceh sebagai pihak penyelenggara.
“Guru, dan Kepala SMK, guru bersama Kepala SMK, guru serta Kepala SLB, pengawas SMA dan pengawas SMK, merupakan bidang atau kakegori yang perlombakan tahun ini,” sebut Junaidi.











