Umum  

Alumni SMAN Unggul Darussalam Kumpulkan Rp11,9 Juta untuk Korban Banjir

IST

LENSAPOST.NET – Kolaborasi dua alumni SMAN Unggul Darussalam Labuhanhaji dalam aksi kemanusiaan, Miranda Pratiwi dan Yuniska Suzerra, berhasil mengumpulkan dan menyalurkan donasi untuk korban banjir di Aceh, Senin (08/12).

Memasuki hari ke-13 pascabanjir yang menerjang sebagian wilayah Aceh, kondisi di sejumlah daerah masih memprihatinkan. Kerusakan parah terjadi pada rumah warga, akses jalan, serta fasilitas umum lainnya yang hingga kini belum sepenuhnya dapat diperbaiki, baik secara mandiri oleh warga maupun melalui bantuan yang masuk.

Berbagai aksi kemanusiaan terus digaungkan oleh berbagai pihak, baik dari dalam maupun luar Aceh. Salah satunya dilakukan oleh Tenaga Pengajar Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Tanzil Huda, Desa Sawang Indah, melalui Miranda Pratiwi.

Miranda menjelaskan, aksi kemanusiaan ini berawal dari rasa empati terhadap para korban yang tidak hanya kehilangan tempat tinggal dan harta benda, tetapi juga kehilangan anggota keluarga. Selain itu, banyak warga kini harus bertahan hidup di tengah keterbatasan, tanpa cukup pakaian, makanan, obat-obatan, serta kebutuhan pokok lainnya.

“Bersedih tanpa aksi tidak membuahkan manfaat bagi korban bencana. Awalnya kami bergerak secara pribadi sebagai pengajar di TPA Tanzil Huda. Kami kemudian mengatasnamakan TPA untuk menggalang bantuan, sambil mencari jaringan relawan di tengah terganggunya akses komunikasi di sejumlah wilayah Aceh,” ujar Miranda.

Beberapa jam kemudian, Miranda mendapat informasi bahwa salah satu rekan satu sekolahnya dulu di SMAN Unggul Darussalam Labuhanhaji, Yuniska Suzerra—yang kini menjabat sebagai Manajer Quality Fried Chicken (QFC) Labuhanhaji—juga tengah melakukan open donasi mandiri. Setelah berkomunikasi lebih lanjut, keduanya sepakat berkolaborasi demi satu tujuan yang sama, yakni misi kemanusiaan untuk korban banjir.

Donasi yang terkumpul tidak hanya dalam bentuk uang, tetapi juga pakaian sebanyak delapan karung, terdiri dari pakaian dewasa, pakaian bayi dan balita, mukena, sarung, selimut, serta handuk.

“Selama empat hari penggalangan donasi secara online, Alhamdulillah terkumpul dana sebesar Rp11.915.000 yang masuk ke rekening kami sebagai penggerak dan penanggung jawab. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp8.456.000 telah kami salurkan ke Pidie Jaya untuk pembelian bahan makanan, peralatan kesehatan dan kebersihan, serta biaya transportasi relawan dari Aceh Selatan–Banda Aceh–Pidie Jaya. Sementara untuk Aceh Tamiang, kami masih menunggu tambahan donasi dari para dermawan,” jelasnya.

Selain itu, tim juga memberikan bantuan sebesar Rp500.000 kepada satu kepala keluarga korban banjir yang bekerja di salah satu SPPG Aceh Selatan. Korban tersebut merupakan warga Aceh Tengah, Kecamatan Rusip Antara, dan membutuhkan biaya untuk menjemput anak serta istrinya agar dapat dibawa ke Aceh Selatan, lantaran tidak menerima bantuan akibat perpindahan Kartu Keluarga (KK).

“Kami, sebagai penggerak dan penanggung jawab Aksi Donasi Bencana Alam Banjir Aceh, mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang telah menitipkan bantuan melalui kami. Semoga ini menjadi sedekah jariyah dan ladang amal bagi kita semua,” ucap Miranda.

Ia juga mengajak masyarakat yang masih ingin berpartisipasi untuk menyalurkan bantuan dengan menghubungi kontak person WhatsApp di 0822 1145 0771, atau melalui rekening:

  • BSI: 7229832985 a.n. Miranda Pratiwi
  • Bank Aceh: 12202200050471 a.n. Yuniska Suzerra

“Sudah banyak korban jiwa akibat banjir ini. Jangan biarkan mereka yang masih bertahan kembali menjadi korban karena kelaparan,” tutupnya. (*)