LENSAPOST.NET – Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) perlu diperkuat melalui evaluasi wilayah rawan serta pengawasan ketat terhadap perusahaan pemegang izin pengelolaan lahan. Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman menilai penanganan karhutla harus menyasar akar persoalan agar kebakaran tidak terus berulang.
Alex meminta pemerintah menambah personel dan peralatan pemadam di daerah dengan kondisi karhutla parah. Selain itu, patroli perlu ditingkatkan dan wilayah yang berulang kali mengalami kebakaran harus dievaluasi untuk mengetahui penyebabnya.
“Jika lokasi yang sama terus menjadi titik rawan, Pemerintah harus menelusuri penyebabnya. Evaluasi perlu mencakup kondisi lahan, pengelolaan kawasan, ketersediaan sumber air, praktik pembukaan lahan, serta kesiapan perusahaan dan masyarakat dalam mencegah kebakaran,” kata Alex dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Ia juga meminta pemerintah memastikan perusahaan pemegang izin pengelolaan lahan memenuhi kewajiban pencegahan kebakaran, mulai dari penyediaan personel dan sarana pemadaman hingga pemantauan kawasan serta mekanisme pelaporan. “Apabila ditemukan dugaan pelanggaran, penegakan hukum harus dilakukan berdasarkan bukti dan prosedur yang berlaku,” ujarnya.
Menurut Alex, penanganan karhutla tidak boleh hanya berfokus pada pemadaman api. Petani kecil dan masyarakat di sekitar kawasan hutan juga perlu mendapat pendampingan untuk menerapkan metode pengolahan lahan tanpa membakar. Kebijakan tegas, kata dia, harus disertai alternatif yang realistis, bantuan teknis, dan edukasi bagi masyarakat.
Alex menambahkan, pemerintah perlu segera memverifikasi titik panas berisiko tinggi, memperkuat patroli di wilayah rawan, menyiapkan pemadaman dini, serta melindungi masyarakat dari ancaman asap. “Untuk itu dibutuhkan upaya penanggulangan terpusat karena penanganan Karhutla harus berpacu waktu dengan rambatan api dan embusan asap,” tutupnya.












