LENSAPOST.NET – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Aceh Tenggara, Jumat (9/10/2026) malam, memicu banjir dan tanah longsor di tiga kecamatan. Bencana tersebut menyebabkan tanggul Sungai Lawe Bulan jebol, permukiman warga terdampak luapan air, serta longsor yang menutup badan jalan nasional Kutacane–Blangkejeren hingga memicu kemacetan panjang.
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tenggara, Mohd Asbi, melalui Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Dodi Sukmariga Tajmal, saat dikonfirmasi Sabtu (10/10/2026) menyampaikan, bencana terjadi sekitar pukul 23.32 WIB setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur sejumlah wilayah dengan durasi cukup panjang.
Mengakibatkan tiga desa terdampak berada di Kecamatan Ketambe, Lawe Bulan, dan Babussalam, masing-masing Desa Kati Maju, Pulonas Baru, dan Pulo Latong.
Di Desa Kati Maju, Kecamatan Ketambe, tanah longsor terjadi pada lereng di sekitar ruas jalan nasional Kutacane–Blangkejeren. Material tanah dan lumpur menutupi badan jalan sehingga menghambat arus kendaraan dari kedua arah dan menyebabkan kemacetan panjang.
Sementara itu, meningkatnya debit Sungai Lawe Bulan juga mengakibatkan tanggul di Desa Pulonas Baru, Kecamatan Lawe Bulan, jebol.
“Air sungai kemudian meluap dan berdampak terhadap permukiman warga,” ungkap Dodi.
Dampak lainnya, intake sumber air bersih Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Lawe Harum milik PDAM Tirta Agara dilaporkan hanyut akibat tergerus arus banjir.
Menanggapi kejadian tersebut, BPBD Aceh Tenggara melakukan kajian cepat dan mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi untuk melakukan pendataan serta penanganan awal.
“Satu unit alat berat jenis ekskavator diturunkan untuk membersihkan material longsor yang menutupi badan jalan Kutacane–Blangkejeren,” ujarnya.
Selain itu, alat berat BPBD melakukan pengerukan dan pembersihan material kayu gelondongan yang menghambat aliran air di jembatan Bailey Pulo Latong.
Personel Pemadam Kebakaran (Damkar) BPBD juga membersihkan endapan lumpur sisa banjir di ruas jalan Pulonas Baru–Lawe Rutung agar akses masyarakat dapat kembali digunakan.
Dimana berdasarkan catatan sementara pihak BPBD, belum terdapat korban jiwa maupun pengungsi akibat kejadian tersebut.
Dodi menghimbau, agar masyarakat yang melintasi jalur Kutacane–Blangkejeren tetap berhati-hati, terutama di sekitar lokasi longsor, mengingat material tanah dan kondisi lereng yang berpotensi membahayakan pengguna jalan. []












