Hujan Deras Picu Longsor di Puskiyai Aceh, Hunian Warga Emas Terancam

Kondisi tebing di kawasan Dayah Manyang Puskiyai Aceh, Desa Kaye Aceh, Kecamatan Lembah Sabil, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), yang longsor akibat hujan deras, Kamis (7/5). Retakan tanah dan rusaknya beton penahan tebing mengancam rumah pimpinan dayah serta kompleks hunian warga lanjut usia (warga emas) di lingkungan pesantren tersebut

LENSAPOST.NET – Curah hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) memicu longsor di kawasan Dayah Manyang Puskiyai Aceh, Dusun Alue Trienggadeng, Desa Kaye Aceh, Kecamatan Lembah Sabil, Kamis (7/5/2026) dini hari.

Longsor terjadi sekitar pukul 01.00 WIB di tebing yang berada tepat di samping kediaman Pimpinan Dayah Manyang Puskiyai Aceh, Tgk. H. Farmadi ZA, MSc. Material tanah yang ambles menyebabkan retakan serius pada area penyangga bangunan dan mengancam fondasi rumah.

Selain rumah pimpinan dayah, longsor juga mengancam kompleks hunian warga emas atau tempat tinggal ibu dan ayah lanjut usia di lingkungan pesantren tersebut. Lokasi bangunan yang berada tidak jauh dari titik longsor kini berada dalam kondisi rawan, terutama jika hujan kembali mengguyur kawasan itu.

Pantauan di lokasi memperlihatkan beton penahan tebing mulai pecah dan bergeser akibat pergerakan tanah. Retakan memanjang tampak terus melebar menuju area bangunan, sementara sebagian permukaan tanah mengalami penurunan.

“Longsornya terjadi sangat cepat saat hujan deras masih berlangsung. Sekarang retakan tanah terus bertambah dan kondisi di sekitar bangunan sudah sangat mengkhawatirkan,” kata Abu Farmadi.

Menurutnya, kawasan tersebut saat ini berada dalam situasi darurat karena struktur tanah masih labil dan berpotensi mengalami longsor susulan.

Ia mengkhawatirkan, jika tidak segera dilakukan penanganan darurat, pergerakan tanah dapat merusak fondasi bangunan dan mengancam keselamatan penghuni rumah serta warga emas yang tinggal di kompleks tersebut.

“Kondisinya sudah sangat kritis. Jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi, longsor bisa semakin meluas,” ujarnya.

Peristiwa ini menjadi gambaran meningkatnya ancaman bencana longsor di wilayah perbukitan Abdya selama musim hujan. Intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir diduga menyebabkan tanah kehilangan daya ikat hingga akhirnya runtuh.

Pihak dayah berharap pemerintah dan instansi terkait segera mengambil langkah penanganan darurat, seperti penguatan tebing dan pemasangan tanggul sementara guna mencegah longsor yang lebih besar.

“Kami berharap ada tindakan cepat sebelum dampaknya semakin parah,” tutup Abu Farmadi. (*)