ACEH  

79,92 Km Kawat Fenching Gajah Segera Dibangun

Camat Peunaron, H. Muhammad Ishak, menyampaikan sambutan sekaligus membuka FGD Teknis dan Tahapan Pelaksanaan Pembangunan Barier Gajah Dalam Upaya Mitigasi Interaksi Negatif Gajah Sumatera di Aula Kantor Kecamatan Peunaron Kabupaten Aceh Timur, Kamis (12/2). Foto Dok. Kantor Kecamatan Peunaron

LENSAPOST.NET – Sebagai bentuk mitigasi konflik gajah dengan manusia, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, melalui Forum Konservasi Leuser (FKL) akan segera membangun kontruksi kawat kejut gajah atau fenching sepanjang 79,92 kilometer.

Fenching yang akan dibangun melintasi dua kecamatan yakni Kecamatan Peunaron dan Serbajadi. Rinciannya, Kecamatan Peunaron meliputi Gampong Sri Mulya 11,5 kilometer, Arul Pinang 30,71 kilometer, Peunaron Baru 9,26 kilometer, Peunaron Baru 56,83 kilometer. Selanjutnya, di Kecamatan Serbajadi meliputi Gampong Bunin 9,72 kilometer dan Gampong Arul Duren 13,37 kilometer.

Camat Peunaron, H. Muhammad Ishak, S.Pd.I, M.A, dalam sambutannya mengapresiasi usaha panjang FKL dalam program mitigasi konflik gajah dengan manusia di wilayahnya, sehingga dalam waktu dekat akan terbangun hampir 80 kilometer kawat kejut gajah di enam desa dalam kecamatan.

“Kita berharap, langkah mitigasi konflik satwa melalui pagar kejut gajah ini menjadi dorongan untuk mendukung program mitigasi satwa melalui Call Center dan Posko Pengaduan Konflik Satwa yang digagas Camat Peunaron akhir tahun lalu, sehingga ide dan gagasan itu berjalan lebih optimal dimasa yang akan datang,” kata H. Muhammad Ishak.

Dia menjelaskan, lahirnya Call Center dan Posko Pengaduan Konflik Satwa itu berawal dari analisa dan kajian mendalam Camat Peunaron dalam melihat konflik satwa yang berkepanjangan di Peunaron, bahkan Agustus 2025 juga mendapat laporan gajah mati di Alur Kijing, Gampong Arul Pinang. “Bahkan tidak lama kemudian, harimau sumatera juga kerap menerima ternak warga di Peunaron Baru dan Sri Mulya,” urai putra asli Idi Cut ini.

Didepan Kepala Resort Langsa BKSDA Provinsi Aceh, H. Muhammad Ishak meminta dukungan semua pihak, sehingga posko pengaduan konflik satwa yang dipusatkan di Kantor Kecamatan Peunaron benar-benar menjadi central pelaporan dan langkah awal mitigasi dalam mencegah jatuhnya korban manusia.

“Kami berharap kawat kejut gajah atau fenching segera dibangun di Peunaron, sehingga koridor gajah tidak terganggu dan petani bisa bertani dengan nyaman dan aman,” tutur H. Muhammad Ishak, sembari meminta, keuchik bermusyawarah dengan Tuha Peut Gampong (TPG) agar kontruksi pagar kejut gajah tetap terawat dan bermanfaat secara jangka menengah. (***).