LENSAPOST.NET — Anggota DPR Aceh, Nora Idah Nita, menyayangkan tidak adanya alokasi anggaran khusus untuk penanganan dan pencegahan stunting dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) Tahun 2026. Padahal, hingga kini angka stunting di Aceh masih tergolong tinggi dan membutuhkan intervensi berkelanjutan.
Menurut Nora, ketiadaan anggaran tersebut menjadi persoalan serius karena program pencegahan stunting seharusnya menjadi prioritas tahunan Pemerintah Aceh.
“Kalau memang benar tidak ada anggaran stunting, tentu ini sangat disayangkan. Hari ini Aceh masih memiliki angka stunting yang cukup tinggi. Program pencegahan seharusnya tetap dialokasikan setiap tahun untuk membantu anak-anak, terutama dalam pencegahan stunting,” ujar Nora, Kamis, 29 Januari 2026.
Ia menegaskan, program pencegahan stunting sangat penting untuk memastikan anak-anak Aceh dapat tumbuh dan berkembang secara sehat, khususnya melalui intervensi gizi dan layanan kesehatan dasar yang selama ini dilaksanakan di posyandu.
Namun demikian, Nora mengaku tidak terlibat langsung dalam pembahasan detail APBA 2026 karena bukan anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRA. Ia menjelaskan, pembahasan anggaran dilakukan oleh Banggar bersama Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA).
“Saya tidak masuk Banggar, jadi tidak ikut membahas anggaran bersama TAPA. Tapi sebagai wakil rakyat, kami tetap mendorong agar program pencegahan stunting mendapat perhatian serius,” katanya.
Nora juga menyebutkan bahwa urusan kesehatan berada di bawah kewenangan Komisi V DPRA, sementara dirinya bertugas di Komisi VI. Meski begitu, ia menilai persoalan stunting merupakan isu bersama yang harus menjadi perhatian seluruh anggota DPRA.
“Stunting ini persoalan serius karena masih dialami anak-anak di Aceh. Sudah seharusnya pemerintah daerah tetap menganggarkan program pencegahan stunting,” jelasnya.
Ia mengkhawatirkan, tanpa dukungan anggaran yang memadai, angka stunting di Aceh berpotensi terus meningkat.
“Harapannya stunting tetap menjadi prioritas, karena Aceh belum keluar dari kategori daerah dengan angka stunting tinggi. Walaupun kondisi anggaran terbatas, untuk stunting harus tetap diprioritaskan. Apalagi anggaran kesehatan itu sudah ada persentase wajibnya, dan salah satunya harus dialokasikan untuk penurunan angka stunting,” tegas Nora. []












