BI Aceh Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi 2026 di Kisaran 4,5 Persen

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Agus Chusaini

LENSAPOST.NET– Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Aceh memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Aceh pada tahun 2026 berada di kisaran 3,60 hingga 4,50 persen (year on year/yoy).

Angka tersebut dinilai relatif mendekati capaian pertumbuhan ekonomi Aceh pada tahun 2025.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Agus Chusaini, mengatakan target pertumbuhan ekonomi Aceh 2026 masih berada pada level moderat.

“Target pertumbuhan ekonomi 2026 agak mendekati 2025, sekitar 4,5 persen,” ujar Agus kepada wartawan di Banda Aceh, Rabu 21 Januari 2026.

Ia menjelaskan, kinerja perekonomian Aceh sepanjang 2025 menghadapi tantangan berat akibat bencana hidrometeorologi yang melanda 18 kabupaten/kota.

Bencana tersebut berdampak langsung terhadap masyarakat, lahan pertanian, jalur distribusi, serta berbagai fasilitas umum, sehingga menekan aktivitas ekonomi daerah.

Secara keseluruhan, perekonomian Aceh pada tahun 2025 diprakirakan hanya tumbuh pada kisaran 3,50–4,40 persen (yoy).

Padahal, pada Triwulan III 2025, ekonomi Aceh sempat tumbuh 4,46 persen (yoy), meski masih berada di bawah capaian pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,04 persen dan Sumatera sebesar 4,90 persen.

Agus mengungkapkan, perlambatan ekonomi Aceh terutama disebabkan oleh melemahnya sektor utama, yakni Pertanian dan Perdagangan, yang terdampak langsung oleh bencana alam.

Dari sisi pengeluaran, tekanan pertumbuhan berasal dari menurunnya konsumsi rumah tangga serta kinerja ekspor.

Meski demikian, BI Aceh tetap optimistis prospek ekonomi pada 2026 akan membaik seiring dengan upaya pemulihan pascabencana, perbaikan infrastruktur, serta penguatan sektor-sektor produktif daerah.

“Dengan perbaikan distribusi, pemulihan sektor pertanian, serta dukungan kebijakan yang tepat, pertumbuhan ekonomi Aceh diharapkan kembali menguat secara bertahap pada 2026,” tutupnya.