Oleh: Muslem Hamdani
Sosok Prof. Muntasir bukan sekadar seorang tokoh akademisi, tetapi juga telah menjadi sumber inspirasi yang mendalam bagi masyarakat Blang Jruen dan sekitarnya.
Beliau bukan hanya dikenal karena keilmuannya, tetapi juga karena jejak perjuangan dan dedikasinya yang telah menjadi penggerak semangat bagi banyak orang tua dalam mendorong anak-anak mereka menempuh pendidikan, khususnya di pesantren.
Ibunda kami adalah salah satu dari sekian banyak orang tua yang sering menyampaikan harapan dan motivasi kepada kami dengan menyebut nama beliau.
Dalam bahasa yang penuh kasih dan keyakinan, beliau sering berkata, _”Ka jak beut aju, ka kalen Tgk Matang ben kiban jinoe, ka neu kuliah u lua nanggroe (Prof. Muntasir)._ ” Ucapan itu menjadi pesan yang tertanam kuat dalam ingatan kami, seolah-olah mengandung doa dan dorongan agar kami kelak dapat meneladani jejak beliau.
Kala itu, Prof. Muntasir adalah salah satu dari segelintir tokoh kalangan dayah di Blang Jruen yang berhasil melanjutkan studi ke luar negeri.
Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga dan desanya, tetapi juga menyulut harapan bagi generasi muda untuk bermimpi lebih tinggi.
Beliau menjadi simbol keberhasilan santri dayah yang menembus batas-batas geografis dan sosial, membawa harum nama daerah, dan menjadi rujukan keilmuan bagi masyarakat luas.
Uniknya, walaupun kami belum pernah mengenal beliau secara langsung, nama dan kisahnya telah begitu akrab dalam kehidupan kami.
Cerita tentangnya sering didengungkan oleh para orang tua, guru, dan tokoh masyarakat di lingkungan kami, terutama di kawasan Dayah Babussalam Rayek Munje. Beliau dikenal sebagai ulama yang berwibawa, cerdas, dan memiliki komitmen tinggi terhadap pendidikan serta kemajuan umat.
Kisah Prof. Muntasir yang senantiasa diceritakan ulang dari satu generasi ke generasi berikutnya tidak hanya membangkitkan kebanggaan, tetapi juga menjadi suluh yang menuntun langkah kami.
Dari beliau, kami belajar bahwa pendidikan adalah jalan menuju perubahan, dan bahwa keikhlasan serta kesungguhan dalam menuntut ilmu akan selalu menemukan jalannya menuju kemuliaan.
Meskipun kami belum mampu sepenuhnya mengikuti jejak panjang dan gemilang pendidikan yang telah ditempuh oleh Prof. Muntasir, namun bagi kami, dapat melangkah di jalan yang pernah beliau rintis sudah merupakan sebuah kehormatan tersendiri. Beliau adalah figur yang bukan hanya menapaki dunia ilmu dengan ketekunan, tetapi juga membuka jalan baru bagi santri dayah untuk bersentuhan dengan dunia akademik yang lebih luas.
Di mata kami, Prof. Muntasir adalah perintis pendidikan dayah berbasis akademik seseorang yang berhasil menjembatani nilai-nilai keislaman yang kuat dari dayah dengan dunia intelektual modern. Langkah-langkah beliau telah menjadi petunjuk arah bagi generasi muda di Blang Jruen dan sekitarnya, bahwa menuntut ilmu tidak mengenal batas, dan bahwa santri pun mampu berkontribusi dalam wacana keilmuan tingkat global.
Semangat yang beliau wariskan menjadi bahan bakar perjuangan kami. Meski tidak (atau belum) sejajar dalam pencapaian beliau, kami merasa bangga bisa berjalan di jalur yang sama, menjadikan ilmu sebagai pilar kehidupan, dan menjadikan beliau sebagai cermin untuk terus melangkah.












