LENSAPOST.NET— Menghadapi musim penghujan, Dinas Kesehatan Aceh Utara mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.
DBD seringkali menunjukkan gejala seperti demam tinggi mendadak, nyeri otot dan sendi, sakit kepala hebat, hingga munculnya bintik merah pada kulit. Jika tidak ditangani dengan cepat, penyakit ini bisa berkembang menjadi syok dengue yang berakibat fatal.
“Langkah pencegahan utama adalah 3M Plus, yaitu menguras, menutup, dan mendaur ulang tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Plus-nya adalah tindakan tambahan seperti menabur larvasida dan memakai kelambu saat tidur,” jelas Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Aceh Utara, dr. Feriyanto, Senin, 7 Juli 2025.
Ia juga meminta masyarakat untuk tidak menggantung pakaian terlalu lama, menguras bak mandi minimal dua kali seminggu, serta menutup rapat tempat penyimpanan air. Tempat-tempat kecil seperti tutup botol, pot bunga, dan kaleng bekas juga harus dibersihkan.
Fogging atau pengasapan hanya dilakukan pada area dengan kasus terkonfirmasi, dan bukan solusi utama pencegahan. Oleh karena itu, kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan adalah kunci sukses pemberantasan DBD.
Dalam hal ini, Dinkes Aceh Utara juga menyiagakan tim surveilans dan kader jumantik (juru pemantau jentik) di setiap desa untuk melakukan pemantauan berkala. Masyarakat didorong untuk segera melapor jika menemukan kasus demam tinggi mendadak di lingkungannya.
“Dengan partisipasi aktif warga, kita bisa mencegah DBD menjadi wabah. Ingat, satu rumah bersih dari jentik bisa menyelamatkan banyak nyawa,” kata dr. Feriyanto.
Sementara itu, pemerintah daerah turut mengimbau sekolah, tempat ibadah, dan kantor-kantor untuk menggiatkan kegiatan bersih-bersih dan gotong royong secara berkala, terutama setelah hujan deras.









