ACEH  

Warga Tanami Pohon Pisang di Pusat Kota Takengon

LENSAPOST.NET- Masyarakat setempat dilanda kekecewaan mendalam terhadap kondisi jalan di pusat Kota Takengon, Aceh Tengah, yang memprihatinkan.

Jalan di Jalan Sengeda, yang dikenal sebagai jalan Lintang, telah mengalami kerusakan parah selama dua tahun terakhir.

Dalam sebuah tindakan protes yang tak lazim,  warga menanam pohon pisang di sepanjang jalan tersebut, sebagai bentuk protes terhadap kinerja pejabat setempat.

Pohon pisang itu kemudian dilengkapi dengan pesan-pesan karton yang disematkan padanya.

Salah satu pesan yang terpampang di pohon pisang tersebut berbunyi “PJ Bupati Asik Bagi Lahan, Asal jangan pendopo digadaikan,”

Sementara itu, pesan lainnya bertuliskan “Solusi untuk PAD Aceh Tengah,” dalam bahasa lokal Balik Panen Raya (Balik Panen Raya), Kurang Bertambah, Lebih baru barue benemah ulak , (Kurang di tambah lebih di bawa Pulang).

Riduan Wirasasta, seorang warga setempat, mengungkapkan keheranan atas tindakan tersebut, menyatakan bahwa pohon pisang tersebut sudah terlihat sejak pagi hari ketika mereka membuka toko.

“Dalam dua tahun terakhir, kondisi jalan Lintang memang telah parah sekali rusaknya. Lubang-lubang dalam jalan mencapai hampir 40 centimeter, mengancam keselamatan pengguna jalan,” ungkapnya.

Menurut dia, meskipun ada upaya penambalan sementara dari pihak swasta dan pemerintah, namun hasilnya tidak bertahan lama dan tidak memperbaiki kondisi jalan yang semakin memburuk.

Masyarakat berharap pemerintah dapat mengambil tindakan serius untuk memperbaiki kondisi jalan ini dengan segera dan tidak sembarangan, sehingga aktivitas perekonomian di daerah ini dapat berjalan dengan lancar dan aman

Diharapkan, aksi protes ini dapat menjadi titik tolak bagi pemerintah setempat untuk mengalokasikan sumber daya yang cukup guna memperbaiki infrastruktur jalan yang krusial bagi kehidupan masyarakat Kota Takengon.

“Di lokasi depan ini juga pernah kami tampal dengan semen dari pribadi kami namun tidak bertahan lama, dan juga ada di tempel di timbul pakai kerikil oleh pemerintah tapi seperti asal asal kerja saja tidak semakin bagus malah semakin rusak berat,”ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *