LENSAPOST.NET – Keluarga Pasien mengeluhkan terjadinya dugaan kekosongan obat, infus dan oksigen di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H Sahudin Kutacane, Aceh Tenggara.
Atas kondisi yang terjadi di rumah sakit plat merah milik pemerintah daerah setempat ini menyebabkan keluarga pasien terpaksa membeli obat obatan ke apotik diluar RSUD.
“Anak saya sudah dua malam rawat inap di Rumah Sakit ini, akan tetapi beberapa jenis obat obatan harus kami beli dari luar rumah sakit,” ungkap salah seorang keluarga pasien yang enggan jati dirinya dipublikasikan, kepada Lensapost.net, Kamis (30/01/2025).
Pengakuan sumber, obat harus dibeli dari luar rumah sakit tersebut dikarenakan stok obat yang dibutuhkan oleh anaknya yang sedang dirawat inap di rumah sakit itu mengalami kekosongan stok.
“Apakah mungkin setingkat obat penurun panas saja bisa mengalami kekosongan di rumah sakit ini,” cetusnya kesal, sembari menyebutkan salah satu obat yang harus dibeli dari luar rumah sakit.
Informasi lain yang diterima, selain terjadinya dugaan kekosongan beberapa jenis obat obatan. Keluarga Pasien lainnya juga mengeluhkan dugaan terjadinya kekosongan oksigen dan infus.
Hal itu dikeluhkan oleh keluarga pasien lainnya, ketika salah seorang pihak keluarganya yang menjadi pasien hendak dibawa (dirujuk) ke salah satu rumah sakit di Medan.
“Ada paman tadi sakit, pas mau dirujuk ke medan, oksigen dan cairan infus gak ada, terpaksa kami harus jemput dulu, lepas itu pasien baru bisa diberangkatkan,” ungkap keluarga pasien lainnya yang juga namanya tidak mau dipublish.
Sementara, setelah mendapatkan informasi terkait keluhan keluhan di RSUD H Sahudin Kutacane, awak media Lensapost.net , melakukan konfirmasi dengan menghubungi Sekretaris RSUD H Sahudin Kutacane, Julpan melalui pesan singkat WhatsApp.
Menjawab pertanyaan yang dilayangkan, Julpan mengatakan, dirinya kurang paham soal obat obatan. “Saya juga kurang paham masalah obat,” kata Julpan, Kamis, (30/01/2025).
Kemudian, Julpan memberikan nomor telepon seluler Humas RSUD H Sahudin Kutacane untuk dilakukan konfirmasi lebih lanjut.
Disamping itu, Humas RSUD H Sahudin Kutacane, Endra belum bisa dimintai keterangan. Sebab, nomor telepon seluler yang diberikan Sekretaris rumah sakit plat merah tersebut kepada awak media ini, tidak aktif saat dihubungi.













