Umum  

Wali Kota Illiza Dorong Kolaborasi Kampus–Pemerintah

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal

LENSAPOST.NET- Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, mendorong penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia industri sebagai fondasi utama pembangunan daerah berbasis inovasi dan sumber daya manusia unggul.

Hal tersebut disampaikannya pada Malam Penganugerahan LLDIKTI Wilayah XIII (Aceh) Award Tahun 2025 yang digelar di Hermes Palace Hotel, Selasa (10/2/2026).

Dalam kesempatannya, mantan anggota Komisi X DPR RI yang kini sebagai orang nomor satu di Banda Aceh itu turut menyerahkan penghargaan kepada perguruan tinggi swasta berprestasi se-Aceh.

Kegiatan yang didukung oleh Bank Syariah Nasional ini dihadiri pimpinan LLDIKTI Wilayah XIII Aceh, rektor, civitas akademika, serta pemangku kepentingan pendidikan tinggi dari seluruh Aceh.

Hadir di antaranya Kepala LLDIKTI Wilayah XIII Aceh Dr Ir Rizal Munadi, MM, MT, Prof Dr Jamaluddin, M.Ed, Prof Dr Ir Muhammad Maulana, ST, MT, Kepala Bagian Umum LLDIKTI Wilayah XIII Syafi’i, SE, MSi, AK, Ketua APTISI Aceh Prof Dr Bansu Irianto Ansari, MPd, Kepala Cabang Banda Aceh Bank Syariah Nasional Teuku Ihsan Kadafi beserta jajaran, serta Ketua Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta se-Aceh.

Dalam sambutannya, Illiza menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh rektor dan civitas akademika perguruan tinggi swasta se-Aceh. Ia menegaskan Banda Aceh sebagai ibu kota Provinsi Aceh selalu terbuka menjadi pusat pertemuan gagasan dan kolaborasi strategis lintas sektor.

“Alhamdulillah, malam ini kita dipertemukan dalam sebuah acara yang luar biasa. Kita merayakan pencapaian para insan akademik yang telah berkontribusi besar terhadap kemajuan pendidikan tinggi di Aceh,” ujarnya.

Menurutnya, penganugerahan LLDIKTI Award bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk pengakuan atas dedikasi, komitmen, dan kerja keras individu maupun institusi dalam meningkatkan mutu pendidikan.

“Penghargaan ini bukan hanya tentang medali atau piagam, tetapi pengakuan atas usaha luar biasa para insan pendidikan yang terus berinovasi, berkreasi, dan menghadirkan dampak nyata bagi kemajuan kampus dan daerah,” katanya.

Illiza menekankan pentingnya membangun ekosistem kolaborasi yang kuat antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri, sejalan dengan semangat Banda Aceh Kota Kolaborasi. “Kita hidup di era kolaborasi. Kemitraan strategis adalah kunci untuk menjawab tantangan dan menghadirkan solusi yang benar-benar dirasakan masyarakat.”

Sebagai contoh konkret, Wali Kota Illiza memaparkan kolaborasi Pemerintah Kota Banda Aceh dengan Universitas Syiah Kuala dalam pengembangan Banda Aceh sebagai kota parfum Indonesia, bahkan kota parfum dunia, berbasis riset dan hilirisasi komoditas nilam Aceh.

“Nilam Aceh dikenal sebagai yang terbaik di dunia sejak masa lalu. Melalui riset dan pendampingan, kita ingin memastikan potensi ini tidak hanya diekspor mentah, tetapi diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi yang berdampak langsung pada perekonomian petani dan UMKM,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan rencana keikutsertaan Banda Aceh pada Festival Parfum di Paris, Prancis, sekaligus penandatanganan kerja sama Sister City dengan Kota Grasse, kota parfum dunia. Jika terealisasi, Banda Aceh akan menjadi kota parfum kedua di dunia yang mendeklarasikan diri setelah Grasse.

Selain itu, Illiza turut menyinggung pembentukan Banda Aceh Akademi yang didukung oleh International Labour Organization (ILO) sebagai pusat pelatihan dan pengembangan kompetensi, guna menyiapkan sumber daya manusia yang berdaya saing dan menjawab tantangan dunia kerja.

“Perguruan tinggi harus menjadi pusat pengembangan kompetensi, melalui riset berbasis kebutuhan lokal, pelatihan, dan pendampingan yang memberikan keterampilan praktis bagi mahasiswa dan masyarakat,” katanya.

Dalam konteks kebencanaan Aceh, Illiza juga mengajak perguruan tinggi untuk berperan aktif melalui riset, pendataan, dan keterlibatan mahasiswa sebagai bagian dari percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak.

Menutup sambutannya, Wali Kota Illiza menyampaikan apresiasi dan tahniah kepada seluruh penerima penghargaan. “Prestasi ini bukan hanya kebanggaan institusi, tetapi juga kebanggaan bagi kami, Pemerintah Kota Banda Aceh dan seluruh masyarakat. Semoga penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus melahirkan karya terbaik dan memperkuat sinergi demi terwujudnya sumber daya manusia Aceh yang unggul, berakhlak, dan berdaya saing global,” pungkasnya.

Diketahui, dari 68 perguruan tinggi swasta di Aceh, sebanyak 28 perguruan tinggi berada di Kota Banda Aceh, memperkuat posisi Banda Aceh sebagai pusat pendidikan tinggi dan pengembangan sumber daya manusia di Provinsi Aceh. []