ACEH  

SLB TNCC Gelar Simulasi Manasik Haji bagi Siswa Disabilitas

LENSAPOST.NET – Sekolah Luar Biasa (SLB) TNCC Banda Aceh kembali menggelar simulasi manasik haji bagi siswa disabilitas untuk ketujuh kalinya. Kegiatan ini berlangsung di Asrama Haji Embarkasi Aceh pada Kamis, 9 April 2026, dan diikuti sekitar 80 peserta yang terdiri dari guru dan siswa.

Koordinator kegiatan, Eva Yulita, S.Sos.I., Gr., menyampaikan bahwa persiapan acara dilakukan dalam waktu singkat berkat kerja sama yang solid, khususnya bersama tim kesiswaan. Ia juga mengapresiasi dukungan penuh dari pihak asrama haji yang telah menyediakan fasilitas untuk menunjang kegiatan tersebut.

Ketua panitia, Liwaul Hamdi, S.Pd., Gr., dalam laporannya menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan meliputi seremoni pembukaan, ceramah agama tentang makna dan tujuan manasik haji, hingga praktik langsung simulasi manasik. Praktik ini dipandu oleh Ustadz H. Zainal Muttaqin, SE., Gr., yang juga merupakan guru SLB TNCC dan telah menunaikan ibadah haji pada tahun 2025.

Kepala SLB TNCC, DM Ria Hidayati, S.Psi., M.Ed., Gr., mengatakan bahwa pelaksanaan manasik haji kali ini merupakan yang pertama digelar di Asrama Haji Embarkasi Aceh. Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan pemanfaatan fasilitas yang semakin lengkap, seperti miniatur Ka’bah dan pesawat, sehingga memberikan pengalaman yang lebih nyata bagi peserta.

“Kami ingin memberikan pengalaman langsung terkait pelaksanaan rukun haji dengan dukungan fasilitas yang menyerupai kondisi di Tanah Suci, sehingga peserta dapat memahami dengan lebih mendalam dan pembelajaran menjadi lebih bermakna,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembelajaran pendidikan agama Islam tidak hanya dilakukan di dalam kelas, tetapi juga melalui praktik nyata agar capaian belajar siswa dapat lebih optimal.

Dalam ceramahnya, Ustadz Zainal Muttaqin menjelaskan sejumlah rukun haji yang dipraktikkan, seperti niat, wukuf di Arafah, bermalam di Muzdalifah dan Mina, melempar jumrah, tawaf, sa’i, serta tahallul. Simulasi manasik haji dilaksanakan dalam dua tahap, yakni untuk jenjang SDLB dan SMPLB/SMALB secara bergiliran.

Para siswa tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan, didampingi oleh guru masing-masing. Mereka juga mendapatkan pengalaman baru dengan menaiki pesawat yang berada di area asrama haji sebagai bagian dari simulasi perjalanan haji.

Di akhir kegiatan, Ria berharap adanya dukungan dari Kementerian Agama untuk pengembangan program serupa di masa mendatang, guna memperkuat pembelajaran praktik manasik haji bagi siswa disabilitas.