LENSAPOST.NET – Ketua Serikat Aksi Peduli Aceh (SAPA), Fauzan Adami, menyoroti para pejabat di Aceh yang masih menggunakan kendaraan berpelat luar daerah seperti BK, BM, atau B, padahal mereka berdinas dan menikmati fasilitas dari Pemerintah Aceh.
“Ini bukan sekadar soal plat nomor, tapi soal harga diri dan loyalitas kepada daerah. Sangat memalukan jika pejabat di Aceh justru bangga memakai plat luar, sementara mereka digaji dari uang rakyat Aceh,” ujar Fauzan, Senin (6/10/2025).
Menurutnya, penggunaan kendaraan berpelat luar menunjukkan rendahnya rasa cinta terhadap daerah dan minimnya komitmen dalam mendukung Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sebab, pajak kendaraan berpelat luar yang beroperasi di Aceh justru disetor ke provinsi lain, sehingga Aceh kehilangan potensi pendapatan besar.
“Kalau pejabat Aceh sendiri tidak mau pakai plat BL, bagaimana rakyat mau mencontoh? Jangan sampai masyarakat diminta taat pajak, tapi pejabatnya justru membangun provinsi lain dengan membayar pajak keluar daerah,” tegasnya.
Fauzan menyatakan, SAPA mendukung langkah Pemerintah Aceh yang mengimbau masyarakat agar segera memutasi kendaraan berpelat luar menjadi plat BL. Namun, ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut harus dimulai dari kalangan pejabat eksekutif, legislatif, yudikatif, serta pegawai swasta yang bekerja di Aceh.
Dari hasil pantauan SAPA, sekitar 40 persen kabupaten/kota di Aceh masih banyak ditemukan kendaraan berpelat luar, terutama di wilayah perbatasan dengan Sumatera Utara. Akibatnya, Aceh diperkirakan kehilangan potensi pajak kendaraan mencapai Rp500 miliar hingga Rp1 triliun per tahun, karena setoran pajak masuk ke provinsi lain.
“Dana sebesar itu seharusnya bisa dimanfaatkan untuk membangun pendidikan, memperbaiki infrastruktur jalan, memperkuat ekonomi masyarakat, serta membangun rumah dhuafa. Karena itu, sudah selayaknya para bupati dan wali kota menindaklanjuti imbauan Pemerintah Aceh agar seluruh pejabat, ASN, dan pihak swasta segera mengganti pelat kendaraan mereka menjadi BL, demi bersama-sama membangun Aceh,” tutup Fauzan.












