LENSAPOST.NET – Samarniya Travel dibawah PT Sarmaniya Bina Utama merugi hingga ratusan juta setelah memberangkatkan umrah sebanyak 8 orang guru dan tenaga kependidikan yang memenangkan Lomba Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi Tingkat Provinsi Aceh Tahun 2023.
Kuasa Hukum Samarniya Travel Taufik Tanjung SH MH mengatakan dari delapan orang tersebut ada yang ikut membawa anggota keluarga. Akan tetapi diluar anggaran Dinas.
Namun setelah perjalanan umrah, hingga kembali ke tanah air, kliennya belum menerima pembayaran.
Taufik mengatakan pada tanggal 18 November 2023, Kliennya memberangkatkan 8 orang Jamaah Umrah dari Dinas Pendidikan Provinsi Aceh.
Ke 8 Jamaah Umrah tersebut yang notabennya adalah Guru dan Tenaga Kependidikan yang menjadi Pemenang dalam Kategori Guru & Tenaga Kependidikan Berprestasi sehingga dihadiahkan kepada mereka Keberangkatan Perjalanan Umrah.
Oleh Dinas Pendidikan Aceh, kata dia, bekerjasama dengan PT SDI. Disebabkan perusahaan yang diduga tidak memiliki IZIN dan SERTIFIKAT dari KOMITE AKREDITASI NASIONAL sehingga Perusahaan tersebut secara Teknis dan Keberangkatan dipercayai kepada PT Sarmaniya Bina Utama.
“Dan diketahui oleh pihak Dinas Pendidikan Aceh yang berinisial AL selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK),”kata Taufik, Jumat 23 Februari 2024 kepada wartawan di kawasan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh.
Disamping itu, sepulang dari umrah pada tanggal 30 Desember 2023 pihak Samarniya Travel mengirim pesan melalui WhatsApp kepada berinisial MSL selaku Kepala Bidang (KABID) dan selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) di Dinas Pendidikan Aceh guna meminta bantuan berkaitan dengan semua Pembiayaan Perjalanan Umrah.
“Kemudian terjadilah pertemuan antara Klien kami, MSL selaku KABID dan orang yang bertanggung jawab atas Kuasa Pengguna Anggaran dan orang yang bertanggung jawab di PT SDI, namun tidak membuahkan hasil yang baik malah Saudara Klien kita mendapatkan tantangan,”katanya.
Media ini kemudian melakukan Konfirmasi kepada Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Aceh, Muksalmina. Ia secara tegas menyebutkan Dinas Pendidikan tidak pernah melakukan kerjasama dengan Samarniya Travel.
“Mohon maaf. Kami tidak memiliki kerjasama dengan PT Sarmaniya untuk keberangkatan umrah guru Prestasi,”kata Muksalmina menjawab LensaPots.
Sebaliknya, jelas dia, Dinas Pendidikan hanya bekerja sama dengan PT. SDI.
“Iya pak,”lanjutnya.












