LENSAPOST.NET – Komisi Pemilihan Umum (KPU) kembali melanjutkan kegiatan International Seminar on “Implementation of the Closed-List Proportional Repsenentation, Single Transferable Vote, Single Non-Transferable Vote, and Single-Member District Systems: Sharing Experiences from Selected Countries” di Jakarta, Jumat (5/12/2025).
Hadir Anggota KPU Idham Holik, Parsadaan Harahap, Deputi Bidang Dukungan Teknis, Kepala Biro Logistik serta jajaran Setjen KPU.
Pada kesempatan ini Ketua KPU Mochammad Afifuddin menyampaikan kegiatan ini sejatinya bersifat refleksi atas proses pemilu yang telah berlangsung tahun lalu. Kegiatan pasca pemilu ini juga untuk belajar mengenai sistem kepemiluan yang dijalankan tiap negara, dengan segala kelebihannya.
“Ini karena sifatnya reflektif untuk kemudian memberi atau menerima masukan dan nanti memberikan masukan terhadap para pihak, pembuat Undang-undang terkait dengan pilihan-pilihan,” ujar Afif.
Menurut pria kelahiran Sidoarjo, KPU selaku pelaksana UU dan penyelenggara pemilu merasakan secara langsung bagaimana sistem pemilu dijalankan. Dia juga mengingatkan, setiap sistem pemilu sesungguhnya tidak ada yang dianggap lebih daripada sistem lainnya.
“Yang ada adalah sistem yang paling cocok buat negara masing-masing, mana yang kita anggap cocok, mana yang dianggap tidak cocok,” tambah Afif.
Senada Anggota KPU Divisi Teknis Penyelenggara Pemilu, Idham Holik kembali menekankan tujuan kegiatan bukan untuk memilih sistem pemilu, melainkan memperdalam literasi. “Kita sebagai penyelenggara pemilu tidak ada kapasitas,” kata Idham.
Idham juga menyampaikan tujuan seminar, salah satunya terkait Closed-List Proportional Representation, yang menurutnya perlu dielaborasi oleh anggota KPU provinsi dan kab/kota di Indonesia. Begitu juga dengan sistem Single Transferable Vote, atau Single-Member District Systems.
“Jadi dengan demikian setidak-tidaknya kita punya banyak insert dengan mengadakan seminar ini,” pinta Idham.
Pada seminar ini beberapa penyelenggara pemilu yang hadir secara daring dan berbagi pengalaman yakni Commision on Elections (Comelec) Filipina, Comissão Nacional de Eleições (CNE) Timor Leste, Election Commision of India (ECI) dan Electoral College Amerika Serikat. []












