LENSAPOST.NET – Kepala Dinas Pertanian Aceh Tenggara, Riskan mengatakan Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara melalui Dinas Pertanian terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas tanaman kakao menuju peringkat yang lebih baik.
Riskan mengatakan, pencapaian kualitas biji kakao Aceh Tenggara kini berada pada peringkat sembilan nasional bahkan 50 besar dunia.
“Hal ini tidak terlepas peran aktif pemerintah serta penggiat kakao yang bahu-membahu memajukan petani kakao,” kata Riskan, Sabtu, (27/12/2025).
Riskan menjelaskan, kontes kakao yang dilaksanakan pada tanggal 20 Oktober 2025 berkerja sama dengan Kodim 0108/Agara, Kepolisian serta pengiat kakao Aceh Tenggara adalah salah satu upaya yang sudah dilakukan agar petani kakao lebih giat lagi untuk menanam dengan klon terbaik dan merawat kebun kakao dengan benar.
Selanjutnya, Riskan mengatakan Dinas Pertanian juga telah melakukan pembinaan terhadap petani kakao Aceh Tenggara lewat kegiatan atau program Sekolah Lapang Khusus Komoditi Kakao.
Riskan menjelaskan, program tersebut bertujuan untuk memberikan pengetahuan bagi petani kakao untuk mengenal GAP (Good Agricultural Practices) standar praktik budidaya pertanian yang baik, aman, dan berkelanjutan yang meliputi aspek lingkungan, sosial, ekonomi, keamanan pangan, dan kualitas produk, bertujuan menghasilkan pangan berkualitas tinggi yang aman dikonsumsi serta menjaga kelestarian lingkungan, seringkali diatur dalam standar nasional seperti Indo-GAP di Indonesia.
Kemudian petani kakao juga di bekali tentang Agroforestri sistem pengelolaan lahan terpadu yang menggabungkan pepohonan dengan tanaman pertanian dan/atau ternak secara bersamaan atau bergantian, bertujuan mengoptimalkan penggunaan lahan untuk hasil maksimal secara ekologis dan ekonomis, serta meningkatkan keanekaragaman hayati dan kesejahteraan petani melalui diversifikasi produk.
Selanjutnya, petani kakao juga di ajari apa itu pendekatan holistik yang mengintegrasikan berbagai metode pengendalian hama, dengan tujuan menjaga populasi hama tetap di bawah ambang batas kerusakan ekonomi sambil meminimalkan risiko terhadap manusia dan lingkungan ( PHT ) Pengendalian Hama Terpadu
“Kegiatan dilakukan di 14 kecamatan yang ikuti 32 kelompok pelatihan dengan jumlah peserta per kelompoknya sebanyak 35 orang,” jelas Riskan.
Lebih lanjut Riskan menjelaskan, kegiatan itu dilaksanakan dua tahap. Pada tahap pertama dilaksanakan selama lima hari dari mulai tanggal 15 -19 Desember 2025 yang ikuti 18 kelompok pelatihan.
Kemudian, pada tahap kedua juga dilaksanakan selama lima hari hari dari tanggal 22 -26 Desember 2025 yang diikuti 14 kelompok pelatihan.
Kegiatan Ini bersumber dari APBD-DAU. Pelaksanaan kegiatan dilakukan langsung di kebun petani karena peserta sekolah lapangan akan langsung mempraktikkan teori yang sudah di ajarkan oleh Narasumber.
“Dari hasil kegiatan ini harapan kita Petani kakao bisa menjadi direktur di kebun mereka sendiri dan bisa meningkatkan hasil panen yang melimpah dan buah kakao yang berkualitas,” imbuh Riskan.
Salah seorang Petani Kakao di Kute Bukit Merdeka, Lawe Sigala-Gala Jamal merespon baik program sekolah lapang komoditi kakao yang dilaksanakan oleh Dinas Pertanian Aceh Tenggara. Dianggap sangat membantu para petani kakao.
Jamal mengatakan, usai mengikuti program sekolah lapang komoditi kakao, kini dia sudah mengetahui bibit atau klon yang bagus, cara- cara pemangkasan yang baik, cara mengenali serta mengidentifikasi tanaman kakao apakah terserang penyakit atau hama sampai pengetahuan tentang bagaimana cara pemupukan batang kakao.
“Kita berharap kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan pada setiap tahunnya,” tutup Jamal. []













