Umum  

Peringatan Isra Mi’raj di Bireuen, Ustadz Mufakhir Isi Tausiah di Masjid Agung Sultan Jeumpa

Penceramah kondang yang juga dosen Pascasarjana UIN Ar-Raniry yakni, Dr. H. A. Mufakhir Muhammad, MA.

LENSAPOST.NET – Ribuan hadirin memadati Masjid Agung Sultan Jeumpa Kabupaten Bireuen, Senin (20/2), sejak pukul 08.30 wib pagi tadi. Kehadiran tamu, undangan serta masyarakat Kabupaten Bireuen itu sendiri guna menyimak tausiah yang disampaikan penceramah kondang yang juga dosen Pascasarjana UIN Ar-Raniry yakni, Dr. H. A. Mufakhir Muhammad, MA.

PJ Bupati Bireuen, Aulia Sofyan Ph.D., dalam sambutan yang dibacakan oleh sekda setempat, menyatakan bahwa momentum peringatan Isra Mi’raj dapat mempertebal keimanan umat Islam untuk menjalankan semua perintah Allah terutama ibadah shalat dan penting pula menjauhi larangan-Nya.

Sementara itu, Ustadz Mufakhir mengisahkan tentang peristiwa yang terjadi pada 27 Rajab di tahun ke delapan kenabian.

“Ini merupakan perjalanan suci Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga naik ke Sidratul Muntaha dalam satu malam,” jelasnya di hadapan jamaah dan unsur forkompinda.

Isra’ berarti perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsa di Yerussalem dengan menaiki Buraq.

Sedangkan Mi’raj adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari bumi ke Sidratul Muntaha bersama Malaikat Jibril. Selama menapaki langit ketujuh, Rasulullah sempat bertemu dengan beberapa nabi. Rasulullah bertemu Nabi Adam di langit pertama, Nabi Isa di langit kedua, Nabi Yusuf di langit ketiga, Nabi Idris di langit keempat, Nabi Harun di langit kelima, dan Nabi Musa di langit keenam

Adapun di langit ketujuh, bertemu dengan Nabi Ibrahim baru kemudian Muhammad SAW tiba di Sidratul Muntaha sebagai akhir dari perjalanan dalam menerima perintah dari Allah malam itu.

“Adapun perintah yang diterima Rasulullah kala itu berupa ibadah shalat 50 waktu dalam satu hari. Namun Nabi meminta keringanan pada Allah sehingga perintah tersebut menjadi lima waktu dalam sehari. Sejak itulah umat Muslim harus melakukan shalat wajib lima waktu.” jelas da’i yang kini juga menjadi salah satu kandidat senator DPD RI asal Aceh ini.

Lebih lanjut Ustadz Mufakhir turut menyitir kondisi dan realitas umat Islam hari ini yang banyak melalaikan shalat.

“Suatu ironi di bumi Serambi Mekkah, ketika orang tua, kaula muda baik pria maupun wanita, cukup banyak yang abai terhadap perintah dan ibadah utama itu. Mari kembali pada fitrah kemanusiaan kita untuk menyembah Allah ta’ala dengan benar.” ajaknya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *