NEWS  

Pengamat: Belajar Daring Saat PON XXI Aceh-Sumut Rugikan Siswa

Usman Lamreung

LENSAPOST.NET – Pengamat Kebijakan Publik, Usman Lamreung, menilai kebijakan belajar mengajar secara daring selama pelaksanaan PON XXI/2024 Aceh-Sumut di wilayah Aceh tidak efektif dan merugikan siswa.

Kebijakan tersebut diatur dalam Surat Edaran Gubernur Aceh No. 800/9042 tentang Pelaksanaan Sistem Kerja ASN dan Tenaga Kontrak serta Sistem Belajar selama PON XXI berlangsung.

Menurut Usman, kebijakan yang mengatur sekolah untuk mengadopsi sistem luring (tatap muka) dan daring (online) ini tidak sesuai dengan urgensi yang ada.

Ia menyoroti alasan pemerintah yang ingin menghindari kemacetan dan kerumunan dengan menerapkan sistem belajar daring.

“Kebijakan ini seolah mengulang kembali mekanisme yang diterapkan saat pandemi COVID-19 pada tahun 2020, di mana siswa belajar dari rumah,” ujarnya.

Namun, Usman menegaskan bahwa sistem belajar daring sangat tidak efektif, terutama bagi siswa sekolah dasar dan menengah.

“Kecuali untuk mahasiswa, belajar daring mungkin masih dapat diakomodir dengan baik. Tetapi untuk siswa, kemampuan mereka dalam menyelesaikan tugas dari rumah sangat bervariasi. Ini bisa memengaruhi perkembangan belajar mereka, karena proses belajar mengajar yang tidak optimal,” katanya.

Lebih lanjut, ia mempertanyakan apakah alasan mengurangi kemacetan akibat PON sudah cukup kuat untuk memberlakukan kebijakan ini.

“Masak hanya karena PON, hak siswa untuk belajar secara efektif dikorbankan? Saya yakin pihak kepolisian lalu lintas bisa mengatasi masalah kemacetan tanpa harus menghentikan pembelajaran tatap muka,” tambahnya.

Usman juga menyarankan agar pemerintah melakukan pemetaan yang lebih tepat terkait sekolah yang berdekatan dengan venue pertandingan.

“Tidak semua sekolah perlu terkena dampak dari kebijakan ini. Sekolah-sekolah yang jauh dari lokasi pertandingan harus tetap bisa melakukan pembelajaran tatap muka secara normal,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah bisa mengevaluasi kebijakan ini agar hak-hak siswa untuk mendapatkan pembelajaran yang optimal tidak terabaikan, terutama mengingat pentingnya interaksi langsung dalam proses belajar mengajar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *