LENSAPOST.NET – Ketua Sahabat Semua Suku (SMS) Aceh Tenggara, Anca SH, mengapresiasi sejumlah kalangan mahasiswa yang menunjukkan rasa empati dan kepeduliannya terhadap penanganan bencana Hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tenggara.
“Kami apresiasi kepedulian para adik mahasiswa atas kepekaan sosial, dimana keberanian untuk bersuara adalah ciri intelektual yang patut dihargai. Tidak semua orang mau turun pikiran, apalagi saat bencana melanda,” kata Ketua SMS Aceh Tenggara.
“Kendati demikian, adil rasanya jika kritik juga berdiri di atas pemahaman yang utuh,” tambahnya, Rabu 14 Januari 2026.
Menurutnya, penanganan bencana Hidrometeorologi bukan sekadar hadir di lokasi lalu selesai dalam hitungan jam. Ada proses evakuasi, koordinasi lintas instansi, keterbatasan alat, kondisi cuaca, hingga faktor geografis Aceh Tenggara yang tidak bisa disederhanakan dari balik meja diskusi.
Menyebut kata “lambat” tanpa menyebut kompleksitas, sama seperti menilai hasil panen tanpa pernah turun ke sawah.
“Kritik yang tajam memang penting, tapi kritik yang cerdas jauh lebih dibutuhkan,” ujarnya.
Dari sudut pandang SMS, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tenggara saat ini telah bekerja maksimal dalam penanganan bencana Hidrometeorologi di Bumi Sepakat Segenep.
Dimana Pemkab telah bekerja di lapangan dengan segala keterbatasan nyata, sementara sebagian kita mengkritik lahir dari asumsi. Maka sebelum menunjuk jari, alangkah baiknya membuka data, melihat proses, dan memahami kondisi.
“Karena suara mahasiswa akan lebih kuat jika dibarengi kedalaman analisis, bukan sekadar kerasnya nada,” imbuhnya. []












