LENSAPOST.NET – Tekhnologi informasi dan komunikasi terus mengalami perkembangan secara pasif, akses dan kualitas terhadap informasi dan komunikasi terus meningkat dan produksi distribusi informasi semakin tinggi dari mulai teks, gambar dengan mudah dapat diakses dengan hanya sentuhan jari.
Maka dari itu, akses dan fasilitas untuk memproduksi dan mendistribusi juga sangat dipengaruhi oleh meningkatnya pengguna internet, berdasarkan data dari we are social per februari 2022, Indonesia terdapat 73 persen atau setara 204 juta pengguna internet, dengan kata lain mayoritas penduduk adalah pengguna internet.
Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), Teuku Riefky Harsya (TRH) menyampaikan Produsen sekaligus kontributor pengguna internet di sosial media atau dunia Maya.
Bahkan data juga mengungkapkan bahwa konten yang paling sering diakses masyarakat adalah media sosial.
“Yaitu sebesar hampir 90 persen dan percakapan online sekitar 73 persen,”kata TRH pada pembukaan Webinar Merajut Nusantara – Ramadhan; Menahan Diri Dari Kecanduan Berlebihan Media Sosial.
Kata dia, dua jenis konten tersebut merupakan sumber produksi informasi terbesar diruang digital. Internet life stuff pada tahun 2022 melaporkan bahwa perharinya ada sekitar 727 juta tweet, 85 juta gambar Instagram, 7 juta tulisan yang dikirimkan ke situs daring. Itu semua tentu mengandung berbagai informasi baik yang valid, hoax, edukatif maupun destruktif.
“Campur aduknya informasi yang hadir diruang digital tentu membuat ruang digital menjadi tidak sehat dan tidak kondusif untuk pengembangan pengetahuan dan karakter.”
“Tentu ini menjadi tantangan tersendiri dalam mewujudkan media sebagai perekatan atau persatuan karakter latar belakang anak bangsa,”kata Sekjend DPP Partai Demokrat itu.
Oleh karena itu mewujudkan ruang digital yang sehat menjadi sangat penting yang diawali dengan penguatan literasi digital yang menitik beratkan pada pilar etika digital.
Ruang digital yang sehat merupakan kunci bagi teruwujudnya Indonesia yang maju dan berkembang. Laporan KomInfo 2022 menunjukan bahwa jumlah informasi hoax yang berkembang di ruang digital juga masih sangat banyak.
“Oleh karenanya kita perlu meningkatkan ruang digital sebagai ruang yang kondusif sebagai ruang untuk mengembangkan pengetahuan, peningkatan hubungan sosial antar warga negara melalui kolaborasi antar elemen masyarakat,”saran Anggota DPR RI asal Aceh.
Menurutnya partisipasi aktif dalam menghadirkan konten dalam media yang edukatif, penanaman nilai etik digital sejak usia dini.
“Kami dikomisi I terus mendorong Kem KomInfo untuk fokus mengembangkan program-program peningkatan pemahaman anak bangsa. Khusunya terkait peningkatan skil dan edukasi dalam mengahadapi informasi ini sehingga nantinya kualitas manusia meningkat dan akan hadir SDM bangsa yang handal, cakap, adaptif serta bijak dalam mengahadapi perkembangan di masyarakat,”katanya.












