LENSAPOST.NET – Mengusung pengalaman panjang di bidang pemerintahan dan pemberdayaan masyarakat, nama Mursyidan kini resmi masuk dalam bursa bakal calon Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Aceh Besar untuk periode 2026–2031.
Bukan sosok asing di dunia organisasi dan pemerintahan desa, Mursyidan dikenal sebagai kader yang memulai kiprahnya dari akar rumput hingga mampu memimpin program strategis di tingkat provinsi. Pengalaman yang dimilikinya dinilai menjadi modal kuat untuk membawa perubahan dan kemajuan partai di wilayah tersebut.
*Rekam Jejak yang Panjang*
Perjalanan karier Mursyidan di dunia pemberdayaan masyarakat tercatat sangat solid. Ia pernah menjabat sebagai Koordinator Provinsi (Korprov) Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Aceh pada 2023–2024. Di posisi ini, ia bertanggung jawab memimpin ribuan pendamping desa yang tersebar di seluruh wilayah Aceh.
Sebelumnya, ia juga pernah mengemban amanah sebagai Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Aceh (2021–2022) dan Tenaga Pelaksana (Ta. Pel) P3MD Aceh pada tahun 2020.
Namun, yang membuatnya sangat memahami denyut nadi masyarakat adalah pengalamannya sebagai Mantan Keuchik (Kepala Desa). Pengalaman langsung memimpin gampong ini memberinya pemahaman mendalam mengenai persoalan riil yang dihadapi masyarakat di lapangan.
*Membawa Energi Baru bagi PKB*
Mursyidan mendaftarkan diri dalam penjaringan bakal calon ketua yang dibuka oleh DPW PKB Aceh pada periode 1–15 Maret 2026. Keikutsertaannya ini dianggap sebagai upaya menghadirkan energi baru dan kepemimpinan yang berbasis pada pengalaman manajemen jaringan yang luas.
Saat ini, dirinya tengah mengikuti serangkaian mekanisme internal partai, termasuk uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test), guna memastikan kesesuaian visi dan misi dengan arah kepemimpinan partai di bawah naungan Ruslan M. Daud (HRD) di tingkat provinsi.
*Jejaring yang Luas, Basis yang Kuat*
Berkat pengalamannya memegang kendali di tingkat provinsi, Mursyidan memiliki akses dan jejaring yang kuat hingga ke 23 kabupaten/kota di Aceh. Meski demikian, basis kekuatan dan perhatian utamanya tetap tertumpu pada Aceh Besar, tanah kelahiran dan tempat ia pertama kali menapakkan kaki dalam dunia kepemimpinan sebagai seorang Keuchik.
Dengan modal pengalaman, jejaring, dan pengabdian yang telah terbukti, Mursyidan siap berkompetisi dan berkontribusi maksimal demi kemajuan PKB serta kesejahteraan masyarakat Aceh Besar. (ridha)













