LENSAPOST.NET– Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti berkunjung ke sejumlah wilayah Aceh untuk melihat langsung sekolah terdampak bencana.
Berikut beberapa catatan yang dirangkum media ini dari kunjungan kerja Mendikdasmen ke Aceh Utara, Aceh Tengah, Bener Meriah, Wilayah Gayo, dan Aceh Tamiang.
1. Kehadiran Negara di Lokasi Pascabencana
Mendikdasmen melakukan kunjungan langsung ke sekolah terdampak bencana di Aceh Utara, Aceh Tengah, Bener Meriah, wilayah Gayo, dan Aceh Tamiang. Peninjauan dilakukan pada sekolah terdampak banjir, banjir bandang, dan longsor sebagai wujud kehadiran negara memastikan layanan pendidikan tetap berjalan meski dalam kondisi darurat.
2. Komitmen Nasional Pemulihan Pendidikan
Secara nasional, pemerintah menyiapkan anggaran Rp2,4 triliun untuk pemulihan satuan pendidikan terdampak bencana di wilayah Sumatra. Untuk Aceh Utara, rehabilitasi dilakukan secara bertahap dengan target penyelesaian penuh pada 2026.Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar tidak ada lagi sekolah dengan bangunan rusak, atap bocor, maupun sanitasi yang tidak layak.
3. Skala Dampak dan Data Penanganan Bencana
Per 15 Januari 2026, tercatat 171 satuan pendidikan terdampak bencana telah melakukan tanda tangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk revitalisasi sekolah tahap pertama di Aceh, dengan rincian:
• SMK: 93 sekolah terdampak, 99 data terverifikasi, masuk PKS senilai Rp270 miliar
• SLB: 20 sekolah terdampak, 15 terverifikasi, 13 PKS senilai Rp3,98 miliar
• SKB/PKBM: 58 sekolah terdampak, 7 terverifikasi, 2 PKS senilai Rp198 juta
Total nilai PKS yang telah diproses mencapai Rp274,18 miliar.
4. Jaminan Rehabilitasi dan Pembangunan Sekolah
Pemerintah memastikan sekolah rusak berat akan dibangun ulang, bukan sekadar diperbaiki. Rehabilitasi dan revitalisasi ditargetkan tuntas bertahap hingga 2026, dengan percepatan agar pembelajaran tidak terhambat terlalu lama.
5. Peresmian Revitalisasi Satuan Pendidikan
Mendikdasmen Abdul Mu’ti meresmikan revitalisasi satuan pendidikan yang dipusatkan di SD Negeri 12 Bintang, Aceh Tengah, dan SMA Negeri 1 Baktiya, Aceh Utara. Peresmian ini menjadi simbol komitmen pemerintah memulihkan layanan pendidikan dan memastikan sekolah menjadi ruang belajar yang aman dan layak.
6. Revitalisasi 53 Sekolah di Dataran Tinggi Gayo
Di SD Negeri 12 Bintang, Mendikdasmen meresmikan secara simbolis 53 satuan pendidikan hasil Program Revitalisasi Satuan Pendidikan 2025 di Aceh Tengah dan Bener Meriah. Program ini ditujukan untuk memulihkan sekolah terdampak banjir bandang dan longsor di wilayah dataran tinggi Gayo.
7. Sekolah Darurat Tetap Didukung
Selama proses rehabilitasi, pembelajaran tetap berlangsung melalui kelas darurat. Pemerintah memberikan dukungan meja, kursi, dan sarana belajar dengan tetap memperhatikan standar keamanan dan kenyamanan siswa.
8. Mendikdasmen Mengajar Langsung di Kelas
Mendikdasmen mengajar langsung di SMAN 1 Baktiya dan SMPN 22 Takengon, untuk Penguatan semangat dan motivasi belajar.
9. Pemulihan Psikososial Siswa dan Guru
Pemulihan pendidikan tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada mental, semangat belajar, dan optimisme masa depan. Guru didorong menjadi penguat karakter dan harapan siswa di masa pemulihan.
10. Dampak Nyata Revitalisasi di Sekolah
Kepala SLB Negeri Selinara Angkup, Yusbida, dan Kepala SMA Negeri 1 Timang Gajah, Marhamah, menyampaikan bahwa sebelum revitalisasi, keterbatasan dan kerusakan sarana prasarana menghambat pembelajaran. Kini, sekolah memiliki ruang belajar, laboratorium, dan fasilitas pendukung yang lebih layak, aman, dan fungsional sehingga proses belajar mengajar berjalan lebih optimal.
11. Apresiasi dari Sekolah
Marhamah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto dan Mendikdasmen atas perhatian pemerintah yang dirasakan langsung di sekolah.Yusbida berharap Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dapat terus berlanjut agar semakin banyak sekolah di daerah memperoleh lingkungan belajar yang layak.
12. Sinergi Pusat dan Daerah
Pemulihan pendidikan dilakukan melalui koordinasi Kemendikdasmen dengan pemerintah daerah dan Dinas Pendidikan Aceh. Sinergi ini menjadi kunci percepatan rehabilitasi yang tepat sasaran dan berkelanjutan.[]












