Masyarakat Diimbau untuk Waspadai Penyebaran HIV/AIDS

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara, Jalaluddin

LENSAPOST.NET — Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara, Jalaluddin, mengimbau masyarakat untuk mewaspadai penyebaran HIV/AIDS dengan menghindari perilaku berisiko dan melakukan tes kesehatan secara berkala, terutama bagi kelompok yang rentan.

HIV (Human Immunodeficiency Virus) menyerang sistem kekebalan tubuh, dan bila tidak ditangani, akan berkembang menjadi AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Tanpa pengobatan, infeksi oportunistik bisa menyebabkan kematian.

“Penyakit ini masih sering disalahpahami. Penularannya tidak terjadi melalui sentuhan, bersalaman, atau makan bersama, tetapi melalui hubungan seksual tidak aman, penggunaan jarum suntik bergantian, serta dari ibu ke anak saat hamil, melahirkan, atau menyusui,” kata Jalaluddin, Senin, 21 Juli 2025.

Kata dia, Dinas Kesehatan juga menyediakan layanan konseling dan tes HIV secara gratis dan rahasia di Puskesmas tertentu dan rumah sakit rujukan. Terapi ARV (antiretroviral) juga tersedia dan harus diminum seumur hidup untuk menekan jumlah virus dalam tubuh.

Stigma dan diskriminasi masih menjadi tantangan besar. Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) sering dijauhi padahal tidak menularkan dalam interaksi sosial biasa. Hal ini justru membuat banyak orang takut memeriksakan diri.

“Kami mendorong masyarakat untuk lebih terbuka dan empati. ODHA membutuhkan dukungan, bukan penolakan. Semakin cepat mereka mendapat pengobatan, semakin besar harapan hidup sehat,” jelasnya.

Dalam hal ini, pemerintah daerah juga menggandeng organisasi masyarakat dan pemuda untuk melakukan edukasi tentang HIV/AIDS, terutama di kalangan remaja, pekerja migran, dan komunitas berisiko tinggi.

Pihaknya juga mengajak semua pihak untuk memperkuat komitmen melawan HIV/AIDS dengan prinsip inklusi, akses informasi yang benar, dan layanan kesehatan yang ramah. HIV bukan aib, dan bersama kita bisa menghentikan penyebarannya.