LENSAPOST.NET – Aliansi Pemuda Aceh Menggugat (APAM) menggelar demonstrasi pada Sabtu (8/4/2023) di Tugu Simpang Lima, Banda Aceh. Mereka menuntut agar Pemerintah Pusat serius dalam merealisasikan anggaran Pekan Olahraga Nasional (PON) di Aceh.
Salah satu tuntutan yang disuarakan oleh APAM adalah agar Pemerintah Pusat segera mengucurkan anggaran untuk pembangunan venue, agar keberlangsungan tuan rumah PON di Aceh dapat berjalan dengan baik.
APAM menyadari bahwa PON adalah ajang olahraga terbesar di Indonesia yang memerlukan biaya besar untuk diselenggarakan.
Selain itu, APAM menekankan pentingnya penentuan venue olahraga yang menjadi prioritas di Aceh. Dengan menetapkan venue olahraga yang strategis, PON di Aceh akan dapat berjalan dengan lebih baik dan sukses.
Perwakilan APAM, Syarbaini, mengungkapkan bahwa PON XXI 2024 akan mempertandingkan 65 cabang olahraga, dengan lokasi pertandingan dibagi ke dua Provinsi berbeda. Upacara Pembukaan akan diselenggarakan di Aceh, dan Upacara Penutupan akan diselenggarakan di Sumatera Utara.
Namun, hingga saat ini belum ada satu pun venue pertandingan yang dibangun. Oleh karena itu, Pemerintah diharapkan segera membangun venue event nasional itu.
Apabila pembangunan venue tidak dilakukan dari sekarang, mengingat pelaksanaan PON semakin dekat pada 8-30 September 2024, maka akan mengganggu pelaksanaan kegiatan.
APAM berharap, Pemerintah Aceh bisa melobi kembali Presiden Joko Widodo untuk menepati janjinya membangun stadion utama PON Aceh-Sumut di kawasan Neuheun, Aceh Besar.
“Itu janji tahun lalu disampaikan presiden, maka kita berharap kembali ada dorongan dari Penjabat Gubernur (Pj) Aceh Achmad Marzuki maupun Dispora dan pemangku kepentingan lainnya agar dapat segera dibangun stadion baru,”katanya.












