LENSAPOST.NET– Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama Aceh (STISNU Aceh) kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui program Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) bertaraf internasional.
Sejumlah mahasiswa STISNU Aceh secara resmi diberangkatkan untuk melaksanakan KPM ke luar negeri sebagai bagian dari penguatan kapasitas akademik, sosial, serta dakwah global.
Program ini menjadi langkah strategis kampus dalam memperluas jejaring internasional sekaligus memberikan pengalaman lintas budaya kepada mahasiswa.
Melalui KPM internasional, para mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan nilai-nilai keislaman, ke-NU-an, dan kearifan lokal Aceh dalam konteks masyarakat global.
Ketua STISNU Aceh, Dr. Muhammad Yasir, MA, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar bentuk pengabdian masyarakat, tetapi juga representasi akademik dan moral kampus di tingkat internasional.
“Kami ingin mahasiswa menjadi duta kampus yang menunjukkan integritas, kompetensi, serta komitmen terhadap pengembangan syariat Islam yang moderat dan rahmatan lil ‘alamin,” ujarnya.
Adapun program pengabdian yang akan dilaksanakan meliputi edukasi keislaman dan penguatan literasi keagamaan, pendampingan sosial dan pemberdayaan masyarakat, kolaborasi akademik dengan lembaga pendidikan setempat, hingga promosi budaya dan nilai-nilai Islam Nusantara.
Kegiatan KPM luar negeri ini juga menjadi bagian dari visi STISNU Aceh dalam mendorong internasionalisasi kampus serta peningkatan mutu lulusan agar mampu bersaing secara global tanpa meninggalkan identitas keislaman dan kebangsaan.
Dengan terlaksananya program ini, STISNU Aceh berharap dapat terus berkontribusi dalam pengembangan pendidikan Islam yang inklusif, progresif, dan berorientasi pada pengabdian masyarakat lintas negara.













