ACEH  

LSM Penjara Soroti Puluhan Juta Pengadaan Buku Dana BOS di SD Swasta IT Darul Azhar Aceh Tenggara

Ketua DPD LSM Penjara, Aceh, Pajri Gegoh.

LENSAPOST.NET – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pemantau Kinerja Aparatur Negara (Penjara) Provinsi Aceh, Pajri Gegoh, menduga adanya aroma ketidak beresan dalam pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SD Swasta IT Darul Azhar Tahun 2024 dan 2025.

Pajri Gegoh mengungkapkan, dari beberapa informasi yang dihimpun pihaknya. SD Swasta IT Darul Azhar di TA 2024 dan 2025 diketahui mengalokasikan dana BOS untuk pengadaan buku.

Pajri Gegoh mengatakan, berdasarkan data yang diperoleh DPD LSM Penjara, pada tahun anggaran 2024 lalu, untuk pengadaan buku SD Swasta IT Darul Azhar diduga mengalokasikan dana BOS dengan total anggaran sebesar Rp. 10.918.000.

“Kemudian pada tahun anggaran 2025 ini, SD Swasta IT Darul Azhar juga merencanakan pengadaan buku teks utama/pendamping peserta didik dengan total anggaran sebesar Rp. 20.686.000 dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS),” ungkap Pajri Gegoh, Senin (28/7/2025).

In menjelaskan, adapun pengadaan buku teks utama/pendamping peserta didik tahun anggaran 2024 itu meliputi, buku buku pedoman buku dan tahun anggaran 2025 pengadaan buku teks utama/pendamping peserta didik jenis buku Matematika-5, ESPS B Indonesia-5, Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti-5 dan ESPS IPAS-5 Vol 2.

“Kami mencurigai ada ketidak beresan, diduga ada jenis buku yang sama, antara rencana usulan pengadaan dari dana BOS TA 2025 dengan buku yang tertera di dalam list surat edaran pemberitahuan administrasi uang buku paket kepada orang tua/wali murid di sekolah tersebut,” Duga Pajri Gegoh.

Sambung Pajri Gegoh, hal inilah yang menjadi tanya. Kenapa pihak sekolah mengeluarkan surat pemberitahuan administrasi uang buku paket kepada orang tua/wali murid yang diduga menganjurkan untuk beli buku di sekolah atau toko buku, sedangkan sudah merencanakan pengadaan buku dari dana BOS.

Artinya, kata Pajri Gegoh, dengan adanya pihak sekolah mengalokasikan dana BOS untuk pengadaan buku sebagai penunjang Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah semestinya pihak sekolah tidak perlu lagi mengeluarkan surat yang diduga menganjurkan orang tua/wali murid, beli buku di sekolah atau toko buku. Sebab, tentunya pengadaan buku di sekolah direncanakan sesuai kebutuhan di sekolah itu.

Terkait hal ini kata Gegoh Selian, sangat penting adanya penjelasan detail dari pihak sekolah sebagai implementasi ke transparan pengelolaan Dana BOS dan penjelasan mengenai dikeluarkannya surat edaran pemberitahuan itu.

Lanjut Gegoh Selian, untuk menghindari terjadinya potensi penyimpangan dilakukan oleh oknum atau kelompok tertentu untuk meraup keuntungan perlu dilakukan penelusuran lebih dalam oleh pihak terkait.

“Kami minta pihak terkait agar menelisik soal pengadaan buku dari dana BOS dan surat pemberitahuan administrasi uang buku paket kepada orang tua wali/murid di SD Swasta IT Darul Azhar,” pinta Gegoh Selian.

Menelisik lebih dalam informasi yang disampaikan oleh ketua DPD LSM Penjara, Aceh, Pajri Gegoh. Wartawan LensaPost.net mencoba melakukan upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp kepada Kepala Satuan Pendidikan (Kepala Sekolah) SD Swasta IT Darul Azhar, Aceh Tenggara, Arif Noprianda, terkait jumlah dana BOS di sekolah tersebut pada tahun 2024 – 2025 berapa persen dana BOS itu dialokasikan untuk pembelian buku dan jenis buku apa saja yang dibeli dari dana BOS tersebut.

Hingga berita ini di publish, Kepala SD Swasta IT Darul Azhar, Aceh Tenggara, Arif Noprianda, masih memilih untuk bungkam untuk menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh wartawan. []