LENSAPOST.NET – Peristiwa dugaan pengeroyokan terhadap tokoh masyarakat Aceh, Haji Faisal, yang terjadi di lingkungan Polda Metro Jaya pada Rabu (26/3), menuai perhatian serius dari berbagai kalangan.
Insiden tersebut dilaporkan berlangsung di area pelayanan pemeriksaan, tepatnya di lantai 2 ruang RPK PPA Polda Metro Jaya. Berdasarkan informasi yang beredar, kejadian terjadi saat Haji Faisal menghadiri agenda konfrontasi didampingi kuasa hukumnya.
Akibat peristiwa itu, korban dilaporkan mengalami sejumlah luka memar di bagian kepala serta bagian tubuh lainnya, sehingga harus menjalani perawatan medis di salah satu rumah sakit di Jakarta Selatan.
Menanggapi kejadian tersebut, tokoh muda Aceh, Chalis, menyampaikan kecaman keras dan menilai insiden ini sebagai peristiwa serius yang mencederai rasa aman masyarakat.
“Kejadian ini sangat memprihatinkan. Lingkungan kepolisian seharusnya menjadi tempat yang aman bagi masyarakat yang mencari keadilan, bukan justru menjadi lokasi terjadinya kekerasan,” ujar Chalis dalam keterangannya.
Ia menegaskan bahwa aparat penegak hukum harus segera mengusut tuntas kasus ini secara transparan dan profesional.
“Kami mendesak agar seluruh pihak yang diduga terlibat segera diperiksa dan diproses sesuai hukum yang berlaku. Penanganan yang objektif dan terbuka sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik,” tegasnya.
Lebih lanjut, Chalis juga mendorong keterlibatan lembaga pengawas serta unsur legislatif dalam mengawal proses penanganan kasus tersebut.
“Pengawasan dari berbagai pihak diperlukan agar proses penegakan hukum berjalan adil, transparan, dan sesuai dengan prinsip perlindungan hak-hak warga negara,” tambahnya.
Ia berharap aparat penegak hukum dapat segera mengambil langkah tegas dan terukur dalam menangani kasus ini.
“Kehadiran negara melalui penegakan hukum yang adil dan transparan adalah kunci untuk menjaga rasa aman masyarakat serta memperkuat kepercayaan publik terhadap sistem hukum di Indonesia,” tutup Chalis. []












