ACEH  

Jembatan Tua di Aceh Tengah Nyaris Putus, Warga Kesal Pemerintah dan DPRK Tutup Mata

Ketua Aliansi Masyarakat Gayo (AMG), Gilang Ken Tawar

LENSAPOST.NET – Jembatan tua yang menghubungkan Desa Tanjung dan Merande Paya di Kemukiman Pameu, Kecamatan Rusip Antara, Kabupaten Aceh Tengah, kini dalam kondisi nyaris putus dan tak bisa dilalui. Warga pun resah, apalagi menjelang perayaan Idul Adha, karena akses utama mereka lumpuh total.

Ironisnya, kerusakan jembatan ini ternyata telah lama diketahui oleh pemerintah daerah dan anggota DPRK Aceh Tengah. Namun, hingga kini belum ada tindakan nyata dari eksekutif maupun legislatif.

Ketua Aliansi Masyarakat Gayo (AMG), Gilang Ken Tawar, menyampaikan kekecewaannya terhadap para pejabat yang dianggap menutup mata terhadap kondisi rakyat di daerah terpencil.

“Instansi terkait dan pimpinan daerah sudah tahu bahwa jembatan di Desa Tanjung ini sudah rusak selama puluhan tahun. Bahkan, pada Mei lalu, kondisi jembatan ini sempat viral di media sosial dan media online. Tapi, sampai sekarang tidak ada perhatian serius. Seolah masalah ini dianggap tidak penting,” ujar Gilang, Rabu, 4 Juni 2025.

Gilang juga mengkritik kinerja anggota DPRK yang menurutnya lebih sibuk dengan urusan pribadi ketimbang memperjuangkan kepentingan rakyat.

“DPRK sudah tahu soal jembatan ini, tapi mereka malah sibuk urusan ‘pokir telor’ di kantor. Di mana rasa kemanusiaan dan amanah kalian sebagai wakil rakyat?” tegasnya.

Ia menilai eksekutif dan legislatif di bawah kepemimpinan Haili Yoga dan Muchsin Hasan gagal menjalankan amanah.

“Sampai hari ini, lebih dari 100 hari masa kerja, tidak ada gebrakan nyata. Mereka sibuk pencitraan, padahal kebutuhan rakyat terabaikan. Jika terus seperti ini, kami akan turun ke jalan untuk menyuarakan kepentingan masyarakat,” tutup Gilang.