Umum  

Filman Ramadhan, Kisah Sukses Kasi Intel Termuda yang Menginspirasi

Filman Ramadhan SH MH saat berbagi takjil pada bulan Ramadhan 1445 H / 2024 M di Sabang [Dok LensaPost]

LENSAPOST.NET – Filman Ramadhan, seorang alumnus Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, kini menjabat sebagai Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) di Kejaksaan Negeri (Kejari) Sabang. Ia mencatat sejarah sebagai Kasi Intel termuda di Aceh.

Filman, yang menyelesaikan pendidikannya di Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala, telah menunjukkan dedikasi dan kompetensi yang luar biasa dalam bidang hukum dan intelijen.

Kariernya yang cemerlang di Kejaksaan Negeri Sabang menjadi inspirasi bagi generasi muda Aceh yang bercita-cita mengabdi di bidang hukum. Saat ini dia meranjak usia 32 tahun.

Dedikasinya yang tinggi dan kemampuan analitis yang tajam menjadikan Filman sosok yang dipercaya untuk memimpin Kasi intelijen di Kejari Sabang.

“Menjadi bagian dari Kejaksaan dan mengemban tugas sebagai Kasi Intel adalah tanggung jawab besar. Saya berkomitmen untuk bekerja keras dan memberikan yang terbaik bagi penegakan hukum di Sabang,” ujar Filman Ramadhan saat wawancara singkat yang ditemui saat berkunjung ke Banda Aceh, belum lama ini.

Seorang jaksa muda dengan perjalanan karir yang cemerlang, memulai debutnya di dunia hukum setelah lulus dari seleksi CPNS Jaksa pada tahun 2015. Penempatan pertamanya adalah di Bireuen.

Ia menjalani pendidikan sebagai jaksa pada tahun 2017, yang ditempatkan pertama kali sebagai jaksa di Toli-Toli, Sulawesi Tengah, selama 2 tahun 4 bulan.

Karirnya terus menanjak dengan promosi menjadi Kepala Sub Seksi (Kasubsi) Bidang Intelijen di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh. Selama 2 tahun 4 bulan di posisi ini, ia menunjukkan dedikasi dan kemampuan yang luar biasa, sehingga mendapatkan promosi menjadi Kepala Seksi (Kasi) Barang Bukti di Kejaksaan Negeri (Kejari) Simeulue.

Dedikasinya di Simeulue membawanya ke penugasan baru sebagai Kepala Seksi Intelijen (Kastel) di Sabang pada November 2023.

Sebagai Kastel, tugasnya meliputi mendukung berbagai bidang lainnya dan menjalin kerjasama dengan media. Salah satu tugas pokok dan fungsi (tupoksi) di bidang Kastel yang sedang digencarkan adalah Jaksa Masuk Sekolah (JMS), yang berfokus pada penyuluhan hukum.

Kegiatan JMS tidak hanya dilakukan di sekolah-sekolah tetapi juga di pesantren, memberikan pendidikan hukum kepada para santri.

Program lain yang juga tengah aktif dilaksanakan adalah “Jaksa Menyapa”, sebuah inisiatif penyuluhan hukum yang dilakukan melalui siaran radio. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran hukum di kalangan masyarakat melalui media yang lebih luas dan mudah diakses.

“Yang baru baru ini kita lakukan di Radio,”jelas putra asal Pidie ini. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *