LENSAPOST.NET – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bener Meriah nomor urut 02 Ir. Tagore Abu Bakar-Ir. Armia (TaGar) disambut ramai oleh ratusan masyarakat yang terdiri dari enam Desa.
Sambutan antusias dari masyarakat tersebut berlangsung di Lapangan Panji Mulia I, pada Rabu (16/10/2024), yang dihadiri oleh warga dari enam Desa yaitu Desa Waq Pondok Sayur, Panji Mulia I, Panji Mulia II, Mupakat Jadi, Setie Jadi, dan Blang Ara.
Dalam deklarasinya, Calon Bupati Bener Meriah, Tagore menyampaikan bahwa empat calon Bupati Bener Meriah semuanya baik, tapi pasangan Tagore-Armia adalah pasangan yang terbaik.
“Mengapa harus memilih yang terbaik karena Bener Meriah saat ini dalam keadaan tidak baik-baik saja. Dimana setelah kami tinggalkan Bener Meriah pada 2012, Bupati yang memimpin kemarin ternyata koruspi, dan sudah dipilih lagi belum sampai 1 tahun masuk lagi, karena pemimpinannya adalah penjahat,” kata Tagore.
Jadi, Tagore berharap agar masyarakat tidak salah pilih pemimpin yang penjahat, karena sewaktu ia memimpin selama 5 tahun Bener Meriah dalam keadaan selamat dan Bener Meriah bisa bangun.
Atas hal tersebut, Tagore ingin memperbaiki Bener Meriah yang sudah rusak ini. Dimana honor di putuskan, uang masjid dipotong 15 persen, gaji kepala desa tidak di bayar, TC pegawai tidak di bayar, dana Desa dikembalikan ke bupati yang akhirnya desa tidak terbangun dengan baik dan masih banyak lagi.
“Sehingga, banyak yang harus kita perbaiki, maka dari itu kenapa pak Tagore kembali lagi karena ingin memperbaiki Bener Meriah. Dan kami bukan koruptor dan tidak ada rencana untuk jadi koruptor,” ujarnya.
Kemudian, Calon Bupati Bener Meriah, Ir. Armia dalam deklarasi tersebut mengatakan agar masyarakat dapat memilih yang bagus dari yang terbagus, seperti hal nya pendidikan calon Bupati.
“Jadi, kita perlu melihat pengalaman masing-masing calon dan mempertimbangkan pendidikan calon, dimana pendidikan dan pengalaman yang paling tinggi ialah Paslon nomo urut 02,” ungkap Armia.
Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan santunan anak yatim kurang lebih 40 orang yang dihadiri dari 6 Desa. Serta juga turut dimeriahkan dengan beberapa kesenian seperti didong dan kuda lumping.













