LENSAPOST.NET — Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan, MS, menghadiri langsung acara peluncuran Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Desa Madat, Kecamatan Sama Dua, Kabupaten Aceh Selatan, Minggu (04/04).
Kegiatan tersebut berlangsung meriah dan disambut antusias oleh masyarakat setempat. Acara ini turut dihadiri unsur Forkopimda, perangkat desa, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Mirwan menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan kerja keras Pemerintah Gampong Desa Madat dalam menghadirkan produk AMDK sebagai langkah nyata untuk meningkatkan perekonomian desa. Ia menilai, kehadiran usaha berbasis BUMG ini merupakan bentuk kemandirian desa yang patut menjadi contoh bagi gampong lain di Aceh Selatan.
“Ini adalah langkah maju yang sangat positif. Kita berharap AMDK BUMG Desa Madat tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan air minum masyarakat lokal, tetapi juga dapat bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar Bupati.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan akan terus mendukung pengembangan usaha desa melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi. Menurutnya, potensi sumber daya alam yang dimiliki desa harus dikelola secara optimal agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Sementara itu, Keuchik Desa Madat, Kasman, menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah daerah dalam mendorong pengembangan BUMG. Ia menjelaskan bahwa produk AMDK tersebut telah melalui berbagai tahapan persiapan, mulai dari pengolahan sumber air hingga proses pengemasan yang memenuhi standar kesehatan.
“Kami berharap usaha ini dapat membuka lapangan kerja bagi masyarakat serta meningkatkan pendapatan asli gampong,” ujarnya.
Acara launching ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Mirwan, dilanjutkan dengan peninjauan fasilitas produksi AMDK. Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mencicipi langsung produk air minum dan memberikan penilaian positif terhadap kualitasnya.
Dengan hadirnya AMDK BUMG Desa Madat, diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal serta menginspirasi desa-desa lain untuk terus berinovasi dalam mengelola potensi yang dimiliki.
Pemerintah daerah pun optimistis bahwa program berbasis desa seperti ini mampu memperkuat ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. (*)












