LENSAPOST.NET— Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh menyambut kedatangan 270 mahasiswa Politeknik Statistika STIS (Polstat STIS) yang akan melaksanakan pendataan lapangan di sejumlah wilayah terdampak bencana di Aceh. Penyambutan dilakukan langsung oleh Pelaksana Harian (Plh) Kepala BPS Provinsi Aceh, Abd. Hakim.
Para mahasiswa tiba di Aceh pada 14 dan 15 Januari 2026 melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (BTJ) menggunakan pesawat komersial. Sementara sebagian lainnya diberangkatkan melalui Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Sultan Iskandar Muda dengan pesawat C-130 Hercules milik TNI AU.
Dalam arahannya, Abd. Hakim menegaskan bahwa penugasan lapangan ini merupakan pengalaman berharga bagi mahasiswa Polstat STIS. Selain sebagai sarana pembelajaran praktis, kegiatan ini juga menjadi bekal penting dalam membentuk sikap profesional dan rasa tanggung jawab di dunia kerja.
“Manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Bertugaslah dengan penuh tanggung jawab dan laksanakan setiap amanah dengan sebaik-baiknya,” ujar Abd. Hakim. Ia juga mengingatkan para mahasiswa untuk menjaga kesehatan, semangat, serta selalu berdoa selama menjalankan tugas di lapangan.
Kedatangan 270 mahasiswa tersebut merupakan bagian dari total 510 mahasiswa Polstat STIS yang dilibatkan dalam kegiatan Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana. Kegiatan ini sekaligus terintegrasi dengan Program Praktik Kerja Lapangan (PKL) Polstat STIS Tahun 2026.
Pendataan lapangan akan dilaksanakan di sejumlah kabupaten, yakni Aceh Timur, Aceh Utara, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Gayo Lues, Bener Meriah, dan Pidie Jaya. Kegiatan ini bertujuan menghasilkan data rinci dan mutakhir sebagai dasar perencanaan pemulihan pascabencana.
Kegiatan tersebut mencerminkan peran aktif BPS dalam mendukung penyediaan data pascabencana yang cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2026, BPS ditetapkan sebagai koordinator pengelolaan data dalam Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam.
Pendataan lapangan dijadwalkan berlangsung pada 15 hingga 26 Januari 2026. Mahasiswa Polstat STIS bersama pegawai BPS akan mendata rumah tangga terdampak, kondisi rumah, serta kerusakan infrastruktur. Pendataan dilakukan melalui kunjungan langsung ke rumah warga, lokasi pengungsian, serta pencatatan kondisi bangunan berbasis foto dan titik koordinat (geotagging).
Data yang terkumpul selanjutnya akan dipadankan dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), serta data pemerintah daerah dan BNPB. Data tersebut menjadi dasar dalam penyusunan langkah rehabilitasi dan rekonstruksi oleh satuan tugas penanganan bencana.
Melalui kegiatan ini, BPS Provinsi Aceh menegaskan komitmennya untuk menghadirkan data statistik yang andal guna mendukung pengambilan kebijakan serta mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat Aceh secara berkelanjutan.












