LENSAPOST.NET — Alarm pergeseran kepemimpinan mulai terasa di lingkungan Partai Golkar Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). Rencana pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) kini mulai menjadi perhatian kader dan simpatisan, seiring munculnya pembicaraan mengenai figur yang akan memimpin partai berlambang pohon beringin tersebut ke depan.
Dari informasi yang dihimpun, setidaknya dua nama mulai mengemuka dalam bursa kepemimpinan Golkar Abdya. Keduanya disebut-sebut memiliki kesiapan untuk maju, meski hingga kini belum ada pernyataan resmi terkait pencalonan.
Dua nama yang mulai diperbincangkan tersebut yakni Justar YS, yang saat ini menjabat sebagai Bendahara DPD II Partai Golkar Abdya, dan Agusri Samhadi, S.HI, yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Abdya.
Munculnya kedua nama tersebut menambah dinamika menjelang Musda Golkar Abdya. Namun, proses dan mekanisme pencalonan tetap akan bergantung pada ketentuan organisasi serta keputusan DPD I Partai Golkar Provinsi Aceh.
Ketua Dewan Pertimbangan DPD II Partai Golkar Abdya, H.R.S. Darmansyah, S.E., yang akrab disapa Cekdar, mengatakan Musda bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum penting untuk menentukan arah perjalanan partai ke depan.
“Rutinitas ini bukan sekadar urusan jadwal atau prosedur organisasi. Ini adalah saat yang tepat untuk menyegarkan wajah partai, menyatukan niat, dan mengokohkan langkah untuk semakin tanggap terhadap suara rakyat,” ujarnya, Senin, 21 September 2026.
Menurut Cekdar, penyegaran kepemimpinan diperlukan bukan semata-mata untuk mengganti figur, tetapi juga memperkuat struktur organisasi agar lebih mampu mendengar dan merespons aspirasi masyarakat.
Lebih dari itu, Musda diharapkan dapat melahirkan sosok pemimpin yang mampu merangkul seluruh kader tanpa membedakan latar belakang maupun kedekatan personal.
“Kita berharap dari pertemuan itu nanti akan lahir pemimpin yang menjadi milik seluruh kader. Yang tidak membedakan antara dekat dan jauh dan tidak mengorbankan persatuan demi keuntungan sesaat,” katanya.
“Kita mengharapkan pemimpin yang paham bahwa kekuatan partai tumbuh ketika kita berjalan bersama, bukan berjalan sendiri-sendiri,” tambahnya.
Cekdar juga berharap kepemimpinan Golkar ke depan dapat menjaga hubungan baik dengan pemerintah serta membangun komunikasi yang konstruktif dalam menjalankan fungsi politik dan organisasi.
“Kita juga berharap pimpinan Golkar adalah partai yang selalu selaras dengan pemerintah dan selalu menjaga hubungan baik,” ujarnya.
Sementara itu, berbagai persiapan teknis pelaksanaan Musda disebut telah dilakukan di tingkat kabupaten. Namun, hari dan waktu pelaksanaan belum dapat dipastikan karena masih menunggu arahan serta keputusan dari DPD I Partai Golkar Provinsi Aceh.
Terkait bursa calon ketua, peluang munculnya nama lain masih terbuka. Sejauh ini, Justar YS dan Agusri Samhadi menjadi dua nama yang paling banyak disebut dalam pembicaraan menjelang Musda.
“Kita berharap Musda ini menjadi awal yang baik, damai dan bermartabat serta membawa Golkar Abdya semakin dekat dengan rakyat. Semoga Musda ini tidak menjadi ajang perpecahan. Kita doakan Golkar Abdya semakin solid menuju Pemilu 2029,” pungkas Cekdar.












