LENSAPOST.NET – Seorang nelayan bernama Mut Mainnah (60), warga Desa Keumangan, Kecamatan Mutiara, Kabupaten Pidie, diduga jatuh ke laut setelah perahu yang digunakannya ditemukan terapung tanpa awak di perairan Sigli, Sabtu (19/9/2026).
Kepala Basarnas Banda Aceh Al Hussain mengatakan, korban sebelumnya pergi melaut seorang diri menggunakan boat untuk memancing pada Jumat (18/9/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Korban biasanya kembali ke daratan pada pagi hari.
“Pada Sabtu sekitar pukul 10.15 WIB, masyarakat menemukan boat korban terapung di pantai dalam keadaan tanpa orang,” kata Al Hussain dalam keterangannya, Sabtu.
Basarnas Banda Aceh menerima informasi kejadian tersebut dari masyarakat pada pukul 12.10 WIB. Selanjutnya, satu tim rescue diberangkatkan menuju lokasi pada pukul 12.27 WIB.
Tim Rescue Basarnas Banda Aceh tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 14.30 WIB dan langsung berkoordinasi dengan unsur SAR lainnya.
Pada pukul 15.00 WIB, tim SAR gabungan melakukan pencarian menggunakan satu unit perahu karet dengan radius pencarian tiga nautical mile (Nm) dari lokasi kejadian.
Namun, hingga pukul 18.09 WIB, pencarian belum menemukan keberadaan korban. Operasi SAR kemudian dihentikan sementara dan akan dilanjutkan pada Minggu (20/9/2026).
“Operasi SAR hari kedua direncanakan dimulai pukul 07.30 WIB dengan membagi tim menjadi dua,” ujar Al Hussain.
Tim pertama akan melakukan pencarian menggunakan satu unit rubber boat dengan radius hingga lima nautical mile dari lokasi kejadian. Sementara tim kedua melakukan penyisiran melalui jalur darat ke arah tenggara sejauh dua kilometer dari lokasi kejadian.
Dalam pencarian tersebut, Basarnas Banda Aceh melibatkan Polairud Pidie, Polsek Kota Sigli, Koramil Kota Sigli, BPBD Pidie, Satgas SAR Pidie, serta masyarakat dan nelayan.
Kondisi cuaca saat operasi berlangsung dilaporkan berawan dengan tinggi gelombang sekitar 1–1,25 meter dan kecepatan angin enam knot dari arah timur laut.
Hingga pencarian hari pertama dihentikan, korban masih berstatus dalam pencarian.












