Rektor UIN Ar-Raniry: Akreditasi Unggul S3 PAI Jadi Energi Baru Transformasi Mutu UIN Ar-Raniry

Lensapost.net I Banda Aceh – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Prof. Dr. H. Mujiburrahman, M.Ag., menegaskan bahwa raihan Akreditasi Unggul Program Studi Doktor (S3) Pendidikan Agama Islam (PAI) bukan sekadar prestasi akademik, tetapi menjadi energi baru dalam memperkuat transformasi mutu perguruan tinggi yang dipimpinnya.

Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam Pascasarjana UIN Ar-Raniry resmi memperoleh peringkat Akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) dengan nilai 365. Predikat tersebut ditetapkan melalui keputusan LAMDIK yang ditandatangani Ketua Umum LAMDIK, Muchlas Samani, di Jakarta pada 30 Juni 2026 dan berlaku sejak 17 April 2026 hingga 16 April 2031.

Menurut Mujiburrahman, keberhasilan tersebut merupakan buah dari budaya mutu yang selama ini dibangun secara konsisten di lingkungan UIN Ar-Raniry. Ia menyebut seluruh unsur universitas memiliki peran penting, mulai dari pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni hingga para mitra.

“Kami bersyukur atas capaian ini. Predikat Unggul merupakan hasil kerja keras, sinergi, dan komitmen seluruh sivitas akademika dalam menghadirkan pendidikan tinggi Islam yang berkualitas,” ujarnya

Katib Syuriah PWNU Aceh itu menekankan bahwa pengakuan dari LAMDIK harus dimaknai sebagai awal dari tanggung jawab yang lebih besar.

Menurutnya, kualitas sebuah program studi tidak cukup diukur dari dokumen akreditasi, tetapi harus tercermin dalam proses pembelajaran, kualitas penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta kontribusi lulusan di tengah kehidupan sosial.

“Akreditasi bukan tujuan akhir. Yang lebih penting adalah bagaimana predikat tersebut diwujudkan dalam pembelajaran yang berkualitas, penelitian yang berdampak, serta lulusan yang mampu memberikan solusi bagi persoalan masyarakat,” katanya.

Rektor juga mengajak seluruh program studi di lingkungan UIN Ar-Raniry menjadikan keberhasilan Program Studi Doktor PAI sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kualitas akademik. Ia berharap budaya evaluasi, inovasi, dan perbaikan berkelanjutan semakin mengakar di seluruh unit akademik.

Menurutnya, transformasi pendidikan tinggi tidak dapat dilakukan secara parsial, tetapi membutuhkan komitmen bersama dalam memperkuat tata kelola, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, memperluas jejaring kerja sama, serta mengembangkan riset yang memberikan manfaat nyata bagi umat dan bangsa.

Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Prof. Eka Srimulyani, M.A., Ph.D., mengatakan proses menuju Akreditasi Unggul dilakukan melalui evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola, kurikulum, sumber daya manusia, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, layanan akademik, publikasi ilmiah, hingga capaian lulusan.

Ia menyebut hasil tersebut menjadi bukti bahwa sistem pengelolaan Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam telah memenuhi standar mutu yang ditetapkan LAMDIK.

“Predikat Unggul menjadi pengakuan terhadap kualitas yang telah dibangun. Namun, kami tidak boleh berpuas diri karena peningkatan mutu harus terus dilakukan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam, Dr. Silahuddin, M.Ag., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi selama proses akreditasi.

Ia memastikan program studi akan terus memperkuat kurikulum, meningkatkan kualitas pembimbingan disertasi, memperluas publikasi ilmiah, serta membangun kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi dan lembaga pendidikan.

Silahudin menambahkan, predikat Unggul harus dijaga melalui budaya mutu yang konsisten, tata kelola yang transparan, inovasi akademik, serta pelayanan terbaik kepada mahasiswa dan masyarakat.

“Tentunya dengan demikian, UIN Ar-Raniry tidak hanya mempertahankan pengakuan tersebut, tetapi juga mampu memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul, adaptif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional, ” pintanya. []