LENSAPOST.NET – Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-3 Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Bireuen tidak hanya menjadi ajang penguatan kapasitas penyuluh agama, tetapi juga diwarnai kegiatan sosial melalui penyaluran santunan kepada 150 anak yatim dari 17 kecamatan di Kabupaten Bireuen. Bantuan tersebut diserahkan dalam rangkaian puncak Harlah yang berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen, Kamis (25/6/2026).
Program santunan merupakan inisiatif Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak yatim sekaligus implementasi nilai-nilai keagamaan yang selama ini menjadi bagian dari pembinaan umat. Dari total 150 penerima manfaat, sebanyak 20 anak yatim menerima santunan secara simbolis pada puncak acara, sedangkan 130 lainnya disalurkan melalui Kantor Urusan Agama (KUA) di 17 kecamatan agar bantuan dapat diterima secara merata.
Ketua Panitia Harlah IPARI ke-3 Kabupaten Bireuen, Dr. Tgk. Teuku Faisal, M.Sos mengatakan panitia sejak awal berkomitmen agar Harlah IPARI tidak hanya menjadi kegiatan seremonial organisasi, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Alumni Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga itu mengatakan seluruh rangkaian kegiatan dirancang dengan memadukan aspek penguatan kapasitas penyuluh, pengembangan kreativitas, serta aksi sosial sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
“Harlah ini kami desain sebagai momentum memperkuat soliditas penyuluh agama sekaligus menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat. Penyuluh agama tidak hanya bertugas menyampaikan materi keagamaan, tetapi juga harus menjadi pelopor kepedulian sosial, penggerak literasi keagamaan, serta mampu menjawab berbagai persoalan umat melalui pendekatan dakwah yang humanis,” ujar Teuku Faisal.
Dosen UNISAI Saamalanga itu menjelaskan, tema “IPARI Merawat Negeri: Gerakan Spiritual, Literasi dan Ekoteologi” dipilih karena mencerminkan tantangan penyuluh agama pada era sekarang. Selain memperkuat pembinaan keagamaan, penyuluh juga dituntut adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi, aktif membangun literasi masyarakat, serta menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai Islam.
Menurut lulusan doktor UINSU itu keberadaan santunan kepada anak yatim menjadi salah satu implementasi nyata dari tema tersebut. Dakwah, katanya, tidak cukup hanya melalui ceramah, tetapi juga diwujudkan dalam aksi sosial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini semakin memperkuat semangat berbagi di kalangan penyuluh agama dan menjadi inspirasi bahwa dakwah yang paling efektif adalah dakwah yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen, Dr. H. Zulkifli, M.Pd, mengatakan kegiatan santunan merupakan bagian dari komitmen Kementerian Agama dalam menghadirkan pelayanan yang tidak hanya berorientasi pada pembinaan keagamaan, tetapi juga kepedulian sosial.
“Kegiatan seperti ini merupakan wujud nyata bahwa nilai-nilai agama harus diwujudkan dalam tindakan yang memberi manfaat kepada sesama. Penyuluh agama juga memiliki tanggung jawab untuk menumbuhkan semangat kepedulian sosial di lingkungan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, penyuluh agama merupakan ujung tombak Kementerian Agama yang selama ini tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan umat, tetapi juga aktif mendampingi masyarakat melalui program pemberdayaan keluarga, pembinaan generasi muda, penguatan moderasi beragama, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Pengurus Daerah IPARI Kabupaten Bireuen, Drs. Muzakir Yacob, mengatakan semangat berbagi kepada anak yatim sejalan dengan tema Harlah tahun ini. Menurutnya, gerakan spiritual harus diwujudkan melalui kepedulian terhadap sesama sehingga kehadiran penyuluh agama benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Selain penyaluran santunan, puncak Harlah IPARI ke-3 juga dirangkai dengan penyerahan penghargaan kepada penyuluh berprestasi, pemberian apresiasi kepada finalis Penais Award tingkat nasional, pengumuman pemenang berbagai perlombaan kepenyuluhan, serta pemotongan kue ulang tahun sebagai ungkapan syukur atas perjalanan organisasi yang kini memasuki usia tiga tahun.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan harapan agar IPARI Kabupaten Bireuen terus berkembang menjadi organisasi profesi yang semakin profesional, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam membangun masyarakat yang religius, moderat, peduli, dan berkeadaban.












