LENSAPOST.NET – Analis kebijakan publik yang juga akademisi Universitas Syiah Kuala (USK), Nasrulzaman, menilai Brigjen Pol Dr. Deddy Tabrani merupakan sosok yang pantas dan layak menjadi Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Aceh, menggantikan Irjen Pol Marzuki yang segera memasuki masa pensiun.
Menurut Nasrulzaman, Deddy Tabrani memiliki rekam jejak yang kuat dan komprehensif, baik dari sisi operasional, akademik, maupun kedekatan sosial dengan masyarakat Aceh. Hal ini dinilai menjadi modal penting dalam menjawab tantangan keamanan dan pelayanan publik di Aceh ke depan.
“Brigjen Deddy adalah figur yang lengkap. Ia tidak hanya memiliki pengalaman panjang di lapangan, tetapi juga kapasitas akademik yang mumpuni. Ini kombinasi langka yang dibutuhkan dalam kepemimpinan kepolisian modern,” ujar Nasrulzaman.
Diketahui, Brigjen Pol Dr. Deddy Tabrani merupakan putra asli Aceh kelahiran Banda Aceh dan alumni Akademi Kepolisian tahun 1999. Sepanjang kariernya, ia telah menempati berbagai posisi strategis, mulai dari Kapolsek, Kapolres, hingga dipercaya memimpin Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh.
Pengalaman bertugas di berbagai wilayah, termasuk di Polda Metro Jaya, dinilai telah membentuk karakter kepemimpinan yang tegas, adaptif, dan berorientasi pada solusi. Selain itu, latar belakangnya sebagai perwira Korps Brimob turut memperkuat kapasitasnya dalam menghadapi dinamika keamanan yang kompleks.
Nasrulzaman juga menyoroti kedekatan Deddy dengan nilai-nilai sosial dan keagamaan di Aceh. Ia disebut berasal dari keluarga yang memiliki latar belakang pendidikan serta hubungan yang dekat dengan ulama, sehingga dinilai mampu membangun pendekatan humanis dalam penegakan hukum.
“Pendekatan keamanan di Aceh tidak bisa hanya mengandalkan aspek struktural. Dibutuhkan figur yang memahami kultur lokal dan memiliki kedekatan dengan ulama serta masyarakat. Itu ada pada Brigjen Deddy,” jelasnya.
Selain itu, keberhasilan Deddy dalam meraih gelar doktor dengan predikat summa cum laude serta kontribusinya dalam kajian keamanan nasional memperkuat posisinya sebagai pemimpin yang tidak hanya berpengalaman, tetapi juga visioner.
Nasrulzaman menambahkan, pengalaman Deddy sebagai Kepala BNNP Aceh juga menjadi nilai tambah signifikan. Posisi tersebut dinilai memberikan pemahaman mendalam terhadap persoalan narkotika dan sosial di Aceh, sekaligus memperluas jaringan koordinasi lintas sektor.
“Dengan pengalaman itu, beliau tidak lagi membutuhkan waktu adaptasi yang panjang. Ia sudah memahami peta persoalan di Aceh dan memiliki bekal untuk langsung bekerja efektif,” katanya.
Lebih lanjut, ia juga menyebut adanya dukungan dari Gubernur Aceh sebagai faktor penting dalam proses penunjukan Kapolda, mengingat mekanisme pengangkatan Kapolda Aceh harus melalui pertimbangan kepala daerah sesuai kekhususan Aceh.
Dengan berbagai pertimbangan tersebut, Nasrulzaman menilai Brigjen Pol Deddy Tabrani merupakan kandidat kuat yang mampu membawa Polda Aceh menjadi institusi yang lebih profesional, humanis, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.












