Tarik Tunai Tanpa ATM Ditolak, Nasabah BSI di Aceh Kecewa

LENSAPOST.NET — Kekecewaan terhadap pelayanan perbankan kembali mencuat. Seorang nasabah Bank Syariah Indonesia (BSI), Marwan Yusuf, mengaku mengalami kesulitan serius saat hendak melakukan penarikan uang di kantor cabang BSI Aneuk Galong, Aceh Besar. Kamis (19/02/2026).

Marwan menyebut, meski telah membawa buku tabungan dan KTP, pihak teller tetap menolak permohonan penarikan dengan alasan wajib menyertakan kartu ATM. Padahal, kartu ATM miliknya telah hilang sejak beberapa waktu lalu.
“Setahu saya, penarikan melalui teller dengan buku tabungan itu boleh dilakukan meski ATM tidak ada. Tapi aneh, justru sekarang penarikan harus tetap digesek ATM di teller. Ini sangat menyulitkan,” ujar Marwan dengan nada kecewa.

Ia menilai kebijakan tersebut tidak masuk akal dan bertentangan dengan fungsi dasar buku tabungan sebagai alat transaksi manual di bank. Menurutnya, keberadaan slip penarikan yang disediakan di meja teller menjadi tidak bermakna jika pada akhirnya ATM tetap dijadikan syarat mutlak.
“Kalau tetap harus pakai ATM, untuk apa ada slip penarikan? Untuk apa ada buku tabungan kalau uang di dalamnya tidak bisa diambil tanpa ATM?” tegasnya.

Lebih jauh, Marwan menilai prosedur yang diterapkan pihak bank justru memberatkan nasabah, terutama masyarakat kecil yang mengandalkan penarikan langsung di teller. Ia bahkan menyindir, jika pelayanan perbankan syariah terus mempersulit nasabah, maka kehadiran bank konvensional kembali akan dirindukan masyarakat.
“Kalau pelayanan seperti ini terus dipertahankan, jangan salahkan kalau masyarakat berharap bank konvensional bisa hadir lagi, tentu dengan mengikuti aturan qanun LKS. Seharusnya cukup KTP dan buku tabungan untuk menarik uang, tidak perlu ribet seperti ini,” katanya.

Tidak hanya itu, Marwan juga mengeluhkan buruknya layanan mesin ATM BSI, khususnya pada awal bulan. Ia menyebut penarikan tunai di gerai ATM kerap menemui kendala, mulai dari mesin kosong, jaringan tidak terkoneksi, hingga mesin yang tidak berfungsi.
“Setiap tanggal 1 sampai 3, tarik uang di ATM hampir mustahil. Mesin kosong, jaringan bermasalah, Ini bukan kejadian sekali dua kali, tapi sudah sering,” keluhnya.

Ia berharap manajemen Bank Syariah Indonesia segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur pelayanan teller dan kesiapan infrastruktur ATM di wilayah Aceh. Menurutnya, pelayanan perbankan seharusnya memudahkan nasabah, bukan malah mempersulit mereka untuk mengakses uang milik sendiri.

“Uang kami ada di bank, tapi kami dipersulit untuk mengambilnya. Ini ironis dan tidak bisa dibiarkan terus terjadi,” pungkasnya.