Anggota DPRA Nora Idah Nita Harap APBA 2026 Prioritaskan Korban Bencana

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Nora Idah Nita

LENSAPOST.NET – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Nora Idah Nita, menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kondisi masyarakat terdampak bencana di Aceh, khususnya di Kabupaten Aceh Tamiang, dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Aceh Tahun 2026.

Dalam forum resmi tersebut, Nora mengungkapkan bahwa masyarakat Aceh Tamiang melakukan aksi demonstrasi besar-besaran akibat belum adanya perhatian serius dari pemerintah terhadap korban bencana.

Bahkan, situasi disebutnya sempat nyaris ricuh karena kekecewaan warga yang merasa diabaikan.

“Sudah berulang kali kita sampaikan, masyarakat terdampak ini butuh perhatian nyata, bukan hanya janji. Bukan hanya di Aceh Tamiang, tetapi juga di wilayah lain di Provinsi Aceh yang kondisinya sangat memprihatinkan,” ujar Nora di hadapan pimpinan sidang dan anggota dewan lainnya, Kamis 12 Februari 2026.

Ia memaparkan, hingga kini masih banyak warga yang tinggal di tenda-tenda pengungsian. Bahkan, ada yang terpaksa bermalam di area pemakaman karena tidak memiliki tempat tinggal yang layak. Kondisi tersebut dinilainya sangat menyedihkan, terlebih menjelang bulan suci Ramadan.

Menurut Nora, sebagian warga belum dapat kembali ke rumah masing-masing karena tidak memiliki biaya untuk membersihkan dan memperbaiki rumah yang rusak akibat bencana. Selain itu, bantuan penggantian perabotan rumah tangga dan pemulihan ekonomi juga belum sepenuhnya diterima korban.

“Kita tidak tahu secara jelas pola dan program apa yang sudah diberikan Pemerintah Aceh kepada masyarakat terdampak. Sementara masyarakat terus bertanya kepada kami sebagai wakil rakyat, apa yang sudah diberikan untuk mereka,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa para korban bencana merupakan rakyat Aceh yang harus menjadi prioritas kebijakan, termasuk dalam penyusunan APBA 2026. Nora berharap anggaran daerah benar-benar berpihak pada masyarakat terdampak melalui bantuan langsung yang konkret, bukan sekadar proyek-proyek yang tidak menyentuh kebutuhan mendesak warga.

Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan yang terdampak, Nora mengaku menerima banyak keluhan dari masyarakat. Ia pun meminta pimpinan dan seluruh anggota dewan untuk membuka mata dan hati terhadap penderitaan korban bencana.

“Korban ini adalah rakyat kita. Sebagai perwakilan rakyat, kita harus lebih peka dan memastikan ada kebijakan yang benar-benar membantu mereka,” pungkasnya.