Dinilai Sumber Kegaduhan, KPA Pusat Usul Ganti Ketua DPRA

Juru Bicara (Jubir) Komite Peralihan Aceh (KPA) Pusat Zakaria N Yacob atau yang akrab dikenal Bang Jack Libya

LENSAPOST.NET – Juru Bicara (Jubir) Komite Peralihan Aceh (KPA) Pusat Zakaria N Yacob atau yang akrab dikenal Bang Jack Libya, mengaku sepakat dengan usulan berbagai elemen masyarakat sipil Aceh, untuk menganti Zulfadli atau Abang Samalangga dari kursi Ketua DPR Aceh.

Alasannya, Zulfadli sudah menjadi sumber kegaduhan di jajaran pemerintah maupun di parlemen Aceh. Ini terlihat dari jejak rekamnya sejak menjadi Ketua DPRA.

“Mungkin yang bersangkutan sudah jenuh, sehingga perlu adanya penyegaraan. Karena itu, saya sepakat untuk mengusulkan kepada Ketua Partai Aceh (PA) H. Muzakir Manaf (Mualem) untuk menganti Abang Samalanga,” tegas Bang Jack Libya melalui WhatsApp (WA) kepada Awak media. Minggu, 1 Februari 2026.

Menurut Bang Jack Libya, dinamika yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir, termasuk usulan pergantian Sekda Aceh M. Nasir, bukanlah semata-mata kritikan. Tapi sudah sarat dengan muatan politik. Termasuk soal dugaan adanya praktik bancakan APBA 2026.

“Ini sudah tidak sehat dan perlu segara dihentikan. Masih banyak kader Partai Aceh ( PA) baik dari kalangan militer (kombatan) maupun sipil, yang cocok dan pantas untuk menduduki jabatan Ketua DPRA, mengantikan Abang Samalangga,” tegas Bang Jack Libya.

Dia juga menduga, selain suara dan gerakan usulan pergantian Sekda Aceh datang dari beberapa oknum di DPR Aceh. Juga ada pemain lain yang mengambil kesempatan dari kisruh tersebut.

Selain itu, ada juga kepala SKPA yang mendapat dukungan dari oknum pimpinan DPRA, untuk menjadi Sekda Aceh. Maka, akibat dari arena nafsu tersebut, telah menciptakan kegaduhan di jajaran Sekretariat Pemerintah Aceh.

“Karena itu, saya sepakat dan berharap kepada Mualem, untuk menganti Ketua DPRA dengan kader yang lain. Ini dimaksudkan agar jajaran Pemerintah Aceh fokus pada pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh paskabencana banjir dan tanah longsor,” ucap Bang Jack.

Dia juga mengaku sepakat dengan pendapat sejumlah pihak bahwa, sejak terbentuknya Partai Aceh (PA) paska MoU Damai antara GAM-RI, 15 Agustus 2005 silam dan menguasai parlemen Aceh (DPRA), hanya sosok Zulfadli yang cenderung bersikap dan bertindak dengan kegaduhan.

“Ya, kami di jajaran KPA memantau dan mengikuti. Dari sederet nama Ketua DPR Aceh. Mulai dari Hasbi Abdullah hingga Saiful Bahri (Pon Yaya), baru ditangan Abang Samalangga, yang begitu gaduh,” sebut Bang Jack.***